Page 178 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 178
PROGRAM PADAT KARYA TUNAI KEMENTERIAN PUPR SERAP 186.288 TENAGA
KERJA
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat
penyaluran program Padat Karya Tunai (PKT) atau cash for work di tengah ketidakpastian
perekonomian pada masa pandemi virus corona (Covid-19). Pada 2020 dialokasikan anggaran
sebesar Rp 11,45 triliun untuk program PKT tersebar di 34 provinsi yang berpotensi menyerap
613.483 tenaga kerja.
Saat ini, progres penyerapan PKT di Kementerian PUPR telah mencapai 27 persen atau Rp 3,16
triliun, dengan tenaga kerja yang sudah terserap sebanyak 186.288 orang.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program PKT dilaksanakan melalui
pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku, khususnya
infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.
Tujuannya yakni untuk mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa-desa.
"Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana
pembangunan hingga ke pelosok. Pola pelaksanaan PKT juga harus memperhatikan protokol
physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Menteri Basuki
dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2020).
Program PKT utamanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung
produktivitas masyarakat perdesaan, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh
masyarakat. Seperti peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi,
penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi.
Pembangunan infrastruktur kerakyatan dengan skema PKT salah satunya dilaksanakan melalui
program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang dilakukan
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk mengurangi kesenjangan antar
wilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah, serta
memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa.
Pelaksanaan PISEW pada tahun ini menjangkau 900 kecamatan dengan alokasi anggaran
sebesar Rp 540 miliar. Sasaran program PISEW sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri
PUPR Nomor 167/KPTS/M/2020 tentang Penetapan Lokasi dan Bantuan Kegiatan Infrastruktur
Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2020 yang terbit pada 5 Maret 2020.
Hingga 30 Juni 2020 tercatat anggaran pelaksanaan PISEW yang sudah tersalurkan baru
mencapai Rp 54,6 miliar atau sekitar 10 persen. Untuk tenaga kerja yang sudah terserap dari
program tersebut sebanyak 1.467 orang.
Sedangkan untuk rencana pelaksanaan pada Juli 2020 ditargetkan dana PISEW yang telah
disalurkan sebanyak Rp 300 miliar dan akan diteruskan pada bulan-bulan selanjutnya.
Dengan total alokasi anggaran tersebut, potensi penyerapan tenaga kerja setiap lokasi sebanyak
17 orang dengan masa pelaksanaan sekitar 75 hari. Sehingga total potensi penyerapan tenaga
kerja Program PISEW di 2020 sebanyak 15 ribu tenaga kerja atau 1.125.000 Hari Orang Kerja.
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan memang saat ini
program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) macet atau tertunda dikarenakan semua fokus pada
penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
177

