Page 181 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 181

SURVEI SMRC: RUU CIPTAKER MENDESAK UNTUK ATASI RESESI DAN MENOLONG
              UMKM

              JAKARTA    -  Pandemi  Covid-19  berdampak  serius  terhadap  situasi  ekonomi  nasional  yang
              semakin memburuk. Hal ini ditandai dengan gelombang  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),
              disusul tutupnya sejumlah usaha. Sementara izin usaha di Indonesia dinilai publik masih sulit.

              "Temuan survei SMRC, warga menilai izin usaha dan memperoleh modal usaha sulit. Bahkan
              sangat  sulit.  Karena  itu,  saya  kira  dibutuhkan  terobosan  regulasi  dan  konsistensi  dalam
              pelaksanaannya untuk mengatasi masalah ini," ujar Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research
              and  Consulting  (SMRC),  Sirojudin  Abbas  dalam keterangan  hasil  survei bertajuk  "RUU  Cipta
              Kerja  dan  Ekonomi  Pandemi:  Opini  Publik  Nasional"  yang  diterima  SINDOnews,  Kamis
              (2/7/2020).
              Survei  ini  dilakukan  melalui  wawancara  per  telepon  terhadap  2.003  responden  di  seluruh
              Indonesia dengan margin of error 2,2% pada 24-26 Juni 2020. Temuan survei nasional SMRC
              antara lain, sekitar 53% responden menyatakan mengurus izin untuk mendirikan UKM sekarang
              ini sulit atau bahkan sangat sulit. Dan 48% warga menilai UKM sulit mendapatkan modal usaha.

              (   "Salah satu faktor penyebab Indonesia kurang menarik untuk investasi adalah soal perizinan
              yang berbelit dan sulit. Di dunia, peringkat kemudahan usaha Indonesia itu peringkat 73 dan
              nomor 6 di Asean. Kalau dilihat dari aspek ini, jelas kita sangat tidak kompetitif," kata Abbas.
              Jika masa kenormalan baru (new normal) hendak dilihat sebagai jalan untuk bangkit secara
              perlahan, kata Abbas, perhatian terhadap masalah ini menjadi sangat penting. Menurut dia,
              kemudahan perizinan harus didorong untuk membangkitkan sektor UMKM. Tentu, modal atau
              stimulus usaha juga harus dikuatkan. "Kenapa UMKM, ya sederhana saja. Saat ini, sektor inilah
              yang  sangat  potensial  menampung  tenaga  kerja  paling  besar.  UMKM  dan  sektor  informal
              termasuk  yang  merasakan  pukulan  keras  pandemi  Covid-19,  tapi  juga  kemudian  menjadi
              sandaran utama mayoritas warga," katanya.

              (  Menurutnya, kalau asumsi lahirnya RUU Ciptaker antara lain untuk memangkas birokrasi,
              memudahkan perizinan usaha kecil menengah dan mendorong sektor informal maka RUU ini
              mendesak dirampungkan. "RUU Cipta Kerja makin relevan. Tentu bukan hanya dalam konteks
              memudahkan  perizinan  usaha  terutama  bagi  kelompok  UMKM  yang  menyerap  mayoritas
              angkatan  kerja  Indonesia.  Dalam  hal  ini,  pengesahannya  mendesak  agar  Indonesia  bisa
              mengatasi ancaman resesi serta mendorong kebangkitan ekonomi nasional pasca pandemi,"
              tambahnya.

              Temuan survei SMRC memperlihatkan, dibandingkan tiga bulan lalu, jumlah warga yang menilai
              UKM sulit mendapat modal usaha cenderung meningkat. Pada Maret 2020, warga yang menilai
              sulit bagi UKM untuk mendapat modal usaha baru sekitar 34% sedangkan sekarang 53%.
              (    "Tapi  harus  dicatat,  sebulan  terakhir  ada  peningkatan  harapan  warga  terhadap  kondisi
              ekonomi nasional. Pendapatan memang menurun karena Corona, tapi 49% warga optimistis
              kondisi ekonomi rumah tangganya akan lebih baik setelah wabah Covid-19 berakhir. Harapan
              inilah  yang  harus  disambut  dengan  regulasi  inovatif,  dan  ketegasan  pemerintah  dalam
              implementasinya," kata pengamat kebijakan publik lulusan University of California, Berkeley,
              Amerika Serikat itu.

              (cip).





                                                           180
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186