Page 187 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 187

"Kan bisa terlihat dari data ini, perusahaan yang melanggar benar-benar itu hanya dua, sehingga
              ditutup sementara," ungkap Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah, Rabu (1/7).

              Dari  hasil  pengawasan,  Andri  membantah  perusahaan  tidak  mematuhi  aturan  jam  kerja,
              sehingga menyebabkan antrean panjang di angkutan umum KRL.

              Andri  menjelaskan  kebijakan  pemberian  peringatan  pertama  dan  kedua  dilakukan  sebagai
              pembinaan kepada perusahaan yang sudah memenuhi protokol kesehatan, tapi belum maksimal
              dalam implementasinya.

              "Kenapa  ada  peringatan?  Karena  biasanya  perusahaan-perusahaan  itu  sudah  melakukan
              protokol covid-19, misalnya menyiapkan tempat cuci tangan dan  thermo gun  . Tapi ada di
              perusahaan yang tidak menerapkan. Misalnya  hand sanitizer  ada, tapi tidak diingatkan untuk
              dipakai," ujarnya.

              Sementara untuk perusahaan yang dilakukan penutupan sementara adalah perusahaan yang
              tidak memiliki kelengkapan sarana protokol kesehatan, yaitu tidak memperbanyak tempat cuci
              tangan. "Juga tidak ada pengecekan suhu dan atau tidak menyediakan  hand sanitizer,  " ujar
              Andri.

              Pelanggaran  lainnya  yang  dianggap  pelanggaran  berat,  sehingga  perusahaan  harus  ditutup
              sementara adalah karena dinilai tidak menerapkan protokol kesehatan, yaitu tidak ada jaga jarak
              antarpegawai.  Selain  itu,  tidak  melaksanakan    shifting    jam  kerja  hingga  tidak  mewajibkan
              penggunaan masker.

              "Itu yang fatal. Itu bisa langsung tutup sementara," tegasnya. (OL-14).













































                                                           186
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192