Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 67

Namun,  surat  tersebut  tidak  menjelaskan  paket  pelatihan  apa  saja  yang  dimaksud.  Dengan
              adanya keputusan ini, Denni meminta seluruh mitra platform digital untuk melakukan langkah-
              langkah yang diperlukan. Termasuk, mencabut dan menghentikan penjualan paket pelatihan.

              Surat keputusan ini ditujukan bagi mitra prakerja yaitu Bukalapak, MauBelajarApa, Pijar Mahir,
              Pintaria, SekolahMu, Sisnaker, Skill Academi by Ruangguru dan Tokopedia.

              Denni  mengatakan  penghentian  paket  pelatihan  ini  berdasarkan  evaluasi  yang  dilakukan
              pelaksana  program  kartu  prakerja.  Berdasarkan  evaluasi,  ada  beberapa  hal  yang  menjadi
              catatan.

              Pertama, beberapa mitra platform digital membuat dan menawarkan produk paket pelatihan
              yang terdiri dari beberapa jenis atau kelas pelatihan oleh satu atau beberapa lembaga pelatihan
              di masing-masing platform.

              Kedua, tak ada mekanisme yang dapat memastikan tiap peserta yang mengambil atau membeli
              paket pelatihan menyelesaikan seluruh jenis atau kelas pelatihan. Akibatnya, tidak ada laporan
              mengenai penilaian peserta pelatihan.

              Atas  dasar  ini,  manajemen  pelaksana  tak  dapat  melaksanakan  tugasnya  untuk  melakukan
              evaluasi terhadap satu atau beberapa jenis atau kelas pelatihan yang ada dalam paket tersebut.
              Sebelumnya,  Komisi  Pemberantasan  Korupsi  (KPK)  meminta  pemerintah  menunda  Program
              Prakerja  hingga  ada  perbaikan  yang  dilakukan.  Sebab,  KPK  menemukan  sejumlah  masalah
              dalam Program Kartu Prakerja.

              Sebagaimana dikutip dari laman kpk.go.id pada 18 Juni 2020, temuan-temuan ini adalah hasil
              dari  kajian  Program  Kartu  Prakerja  sebagai  bagian  dari  pelaksanaan  tugas  monitor  yang
              dilaksanakan oleh KPK.

              KPK  menemukan  sejumlah  permasalahan  dalam  4  aspek  terkait  tata  laksana  sehingga
              pemerintah perlu melakukan perbaikan dalam implementasi program. Empat aspek tersebut
              adalah  dari  proses  pendaftaran,  kemitraan  dengan  platform  digital,  materi  pelatihan,  dan
              pelaksanaan program.

              "Kami merekomendasikan pemerintah menunda pelaksanaan batch IV sampai ada pelaksanaan
              perbaikan tata kelolanya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam Konferensi Pers
              Pemaparan Hasil Kajian Program Kartu Prakerja.

              KPK telah memaparkan hasil kajian dan rekomendasi ini kepada Kemenko Perekonomian dan
              pemangku kepentingan terkait lainnya dalam rapat pada tanggal 28 Mei 2020. Dalam rapat
              tersebut,  KPK,  Kemenko  Perekonomian  dan  pemangku  kepentingan  terkait  lainnya,  telah
              menyepakati empat hal.

              Pertama, melakukan perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja berdasarkan rekomendasi
              dan  masukan  dari  peserta  rapat  koordinasi.  Kedua,  menunda  pelaksanaan  batch  IV  sampai
              dengan dilaksanakan perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja.

              Kemudian  pemerintah  akan  membentuk  Tim  Teknis  yang  terdiri  dari  berbagai
              kementerian/lembaga untuk perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja. Terakhir, meminta
              pendapat hukum kepada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara terkait pelaksanaan
              Program Kartu Prakerja..





                                                           66
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72