Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 71
yang ter-PHK, bukan untuk masyarakat umum," kata Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus
Susanto saat melakukan kunjungan di Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur, Kamis.
Bagi peserta BPJAMSOSTEK ter-PHK yang berminat, pihaknya mempersilakan untuk mendaftar
guna mendapatkan pelatihan keterampilan tersebut.
Ia mengatakan program pelatihan tersebut baru dimulai pada bulan Maret 2020 namun
dihentikan beberapa saat untuk diubah polanya seiring dengan adanya pandemi COVID-19.
Saat ini pelatihan tersebut disesuaikan dengan kondisi sekarang, yakni dilakukan secara daring
atau "online". Jenis pelatihannya juga menyesuaikan kebutuhan peserta.
"Saat ini tim yang bertugas sedang menyusun modul yang akan digunakan sebagai panduan
untuk pelatihan daring. Sehingga memudahkan peserta," kata Agus Susanto.
Semantara itu Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Khrisna Syarif mengatakan selama memiliki
kartu BPJAMSOSTEK dan telah menjadi peserta minimal 12 bulan, pekerja yang putus kontrak,
dirumahkan, maupun terkena PHK, baik penerima upah maupun bukan penerima upah tetap
bisa mengikuti program vokasi tersebut.
Program pelatihan tersebut, ada yang diberikan untuk "reskilling" ataupun "upskilling", hal itu
tergantung dari minat peserta yang menyesuaikan dengan kebutuhan.
"Sehingga, diharapkan, para pekerja yang ter-PHK dapat pindah profesi ataupun meningkatkan
keahliannya dengan mengikuti program tersebut. Selain itu, nantinya peserta juga diberikan
uang saku dan uang makan selama masa pelatihan," katanya.
Untuk pelaksanaannya, BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK)
pemerintah setempat, juga lembaga pelatihan kerja (LPK) lainnya milik swasta.
Bagi yang berminat, peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring ataupun menghubungi
Kantor Cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia, demikian Khrisna Syarif..
70

