Page 152 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 SEPTEMBER 2019
P. 152
Title UU 18/2017 DINILAI RUGIKAN PEKERJA MIGRAN
Media Name indopos.co.id
Pub. Date 27 September 2019
https://indopos.co.id/read/2019/09/27/197118/uu-18-2017-dinilai-rugika n-pekerja-
Page/URL
migran/
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki)
Saiful Mashud menyayangkan pemberlakuan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun
2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang dinilai merugikan
pihaknya. Sebab, terhitung mulai 22 November 2019, Perusahaan Penempatan
Pekerja Migran Indonesia (P3MI) hanya bisa mencarikan job order, tak boleh
merekrut dan tak boleh melatih.
Padahal, kontribusi P3MI selama ini cukup besar bagi keberadaan PMI sampai di
negara tempatnya bekerja.
"Proses pekerja migran, sejak dari awal sampai lulus dapat sertifikat kompetensi,
sampai ditempatkan ke luar negeri, itu adalah kerja keras kami. Selain membantu
pekerja migran kesana-kemari, akomodasi dan sebagainya, keluarga yang ditinggal
pun masih kita pinjamkan uang sesuai dengan kebutuhan masing-masing,"
bebernya, pada diskusi publik, di Jakarta, Kamis (26/9/2019).
Lebih lanjut Saiful mengatakan UU 18 Tahun 2017, juga tak menjelaskan secara
rinci mengenai pengurusan dokumen. Mereka harus mendatangi terlebih dahulu
pihak Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), guna mendapatkan penjelasan dan
apa yang dibutuhkan. Termasuk beberapa hal yang nantinya diperlukan pemerintah.
Saiful menilai kondisi tersebut merugikan calon pekerja migran, sebab mereka harus
memikirkan cara mengurus dokumen ke luar negeri tanpa bantuan lembaga.
Page 151 of 166.

