Page 191 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 191

Judul         Misleading RUU Cipta Kerja
                 Nama          medanbisnisdaily.com
                 Media
                 Newstrend  Omnibus Law
                 Halaman/      https://medanbisnisdaily.com/news/online/read/2020/07/18/113294/mislea
                 URL           ding_ruu_cipta_kerja/
                 Jurnalis      redaksi
                 Tanggal       2020-07-18 06:43:00
                 Ukuran        0
                 Warna         Warna
                 AD Value      Rp 7.500.000
                 News          Rp 22.500.000
                 Value
                 Kategori      Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan       Korporasi
                 Sentimen      Positif



              Ringkasan

              Pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja masih terus berjalan
              dan menuai sejumlah polemik. Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, DPR RI tetap
              terus  ingin  melanjutkan  proses  tahapan  dengan  dalih  tetap  produktif.  Dari  awal  RUU  ini
              memunculkan berbagai polemik dan penolakan dari sejumlah pihak seperti elemen buruh, pegiat
              lingkungan,  masyarakat  sipil,  hingga  akademisi.  RUU  ini  ditolak  karena  dianggap  memiliki
              sejumlah  kejanggalan,  mulai  dari  proses  penyusunan  dan  dikhawatirkan  akan  mengancam
              berbagai unsur seperti kerusakan lingkungan, eksploitasi SDA, perbudakan buruh, perlebaran
              gap pengusaha dan buruh, dan menambah kemiskinan.


              MISLEADING RUU CIPTA KERJA

              Pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja masih terus berjalan
              dan menuai sejumlah polemik. Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, DPR RI tetap
              terus  ingin  melanjutkan  proses  tahapan  dengan  dalih  tetap  produktif.  Dari  awal  RUU  ini
              memunculkan berbagai polemik dan penolakan dari sejumlah pihak seperti elemen buruh, pegiat
              lingkungan,  masyarakat  sipil,  hingga  akademisi.  RUU  ini  ditolak  karena  dianggap  memiliki
              sejumlah  kejanggalan,  mulai  dari  proses  penyusunan  dan  dikhawatirkan  akan  mengancam
              berbagai unsur seperti kerusakan lingkungan, eksploitasi SDA, perbudakan buruh, perlebaran
              gap pengusaha dan buruh, dan menambah kemiskinan.

              Meskipun banyak penolakan, pemerintah tetap menganggap bahwa RUU Cipta Kerja bertujuan
              untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Lewat RUU ini ditargetkan perokonomian
              Indonesia masuk dalam 5 besar ekonomi dunia. Tingkat kemiskinan mendekati 0% dan PDB
              mencapai USD 7 T. Strateginya adalah dengan medatangkan investor dan memudahkan izin
              untuk membuka peluang usaha.

              Birokrasi yang ada saat ini dianggap terlalu rumit sehingga mengurungkan niat investor untuk
              masuk dan menanam modal. Melihat rencana ini menunjukkan bahwa konsep pembangunan

                                                           190
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196