Page 196 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 196
Judul Baik-Buruk Omnibus Law
Nama Media Koran Tempo
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL Pg7
Jurnalis tempo
Tanggal 2020-07-18 06:25:00
Ukuran 62x202mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 46.785.200
News Value Rp 233.926.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
positive - Indrawati (NA) Nanti yang punya uang jadi mikir, daripada beli tanah atau emas, lebih
baik berinvestasi saja karena lebih menguntungkan
negative - Said lqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) Disayangkan, karena
omnibus law meniadakan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Ini menjadi concem kami
Ringkasan
Pengunjuk rasa menggelar aksi menolak RUU omnibus law Cipta Kerja di depan gedung DPR di
Jakarta, 15 Juli lalu. Indrawati mengatakan omnibus law idealnya bisa mengerek berbagai
komponen pertumbuhan ekonomi, terutama investasi. Menurut dia, omnibus law menjadi
bentuk kemudahan birokrasi yang berujung pada murahnya biaya untuk berinvestasi. "Nanti
yang punya uang jadi mikir, daripada beli tanah atau emas, lebih baik berinvestasi saja karena
lebih menguntungkan," kata dia.
BAIK-BURUK OMNIBUS LAW
Pengunjuk rasa menggelar aksi menolak RUU omnibus law Cipta Kerja di depan gedung DPR di
Jakarta, 15 Juli lalu.
Bank Dunia menyebut rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau omnibus law cipta kerja bisa
mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa krisis akibat Covid-19. Country Director
Bank Dunia di Indonesia, Satu Kahkonen, mengatakan omnibus law dapat menarik minat
investor.
Tapi, ujar dia, Bank Dunia memiliki kepedulian terkait dengan analisis mengenai dampak
lingkungan(amdal) atau kajian lingkungan hidup. Menurut dia, prinsip-prinsip penting yang ada
dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup masih belum sepenuhnya berada dalam aturan induk
tersebut.
195

