Page 216 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 216
Bagi Indonesia, upaya preventif telah dilakukan sejak awal tahun untuk mengantisipasi dampak
dari pandemi Covid-19. Namun, upaya preventif itu tidak serta-merta menjadi tameng bagi
Indonesia. Sama seperti negara lain, Indonesia akhirnya berkutat pada persoalan kesehatan
akibat Covid-19.
Dampak kesehatan yang ditimbulkan tidak hanya dari sisi Covid-19, seperti penambahan kasus
positif dan kekurangan alat kesehatan. Dari sisi kesehatan lainnya, dampak yang lebih luas juga
dirasakan oleh masyarakat.
Dampak yang paling dirasakan adalah kelangkaan masker medis di pasaran. Padahal, masker
juga dibutuhkan untuk penderita penyakit lainnya, terutama pasien tuberkulosis, untuk
mencegah penularan.
Selain masker, layanan kesehatan juga tidak dapat dirasakan optimal oleh masyarakat.
Kekhawatiran untuk berkunjung ke rumah sakit turut mendorong masyarakat menahan diri
untuk memeriksa kesehatan secara rutin atau berobat.
Dampak lain yang paling dirasakan adalah pada layanan imunisasi anak. Menurut catatan
Kementerian Kesehatan, dampak layanan kesehatan akibat Covid-19, khususnya imunisasi,
mulai dirasakan sejak April lalu.
Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama. Apalagi, terdapat sekitar 300.000 anak di
Indonesia yang belum menerima imunisasi dasar lengkap. Jika dibiarkan, hal ini dapat menjadi
persoalan baru bagi sektor kesehatan di Indonesia. Campak, misalnya, dapat menularkan hingga
ke 18 orang. Artinya, imunisasi terhadap anak tetap perlu menjadi perhatian di tengah pandemi.
Berdampak bagi 1,7 juta pekerja
Setelah mengalami beberapa persoalan di bidang kesehatan, dampak Covid-19 juga dirasakan
pada bidang ekonomi. Penutupan kegiatan usaha sebagai langkah untuk mengantisipasi
penyebaran Covid-19 berdampak pada besarnya jumlah pekerja yang harus dirumahkan.
Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, pandemi Covid-19 telah berdampak bagi 1,7
juta pekerja di Indonesia, baik pekerja formal maupun informal. Kondisi ini juga berbanding
lurus dengan adanya kenaikan angka kemiskinan dari 24,79 juta jiwa pada September 2019
menjadi 26,42 juta jiwa pada Maret 2020. Ini kenaikan angka kemiskinan untuk pertama kalinya
sejak 2017.
Terpukulnya sektor ekonomi terlihat jelas pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya
mencapai 2,97 persen pada kuartal 1-2020. Jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan pada
kuartal sebelumnya, praktis semua komponen menunjukkan perlambatan, baik konsumsi rumah
tangga, konsumsi pemerintah, maupun ekspor barang dan jasa.
Kini, sektor ekonomi kembali ditata seiring dengan relaksasi pembatasan sosial pada sejumlah
daerah. Namun, upaya ini menemui batu sandungan karena meningkatnya kasus positif dan
angka kematian akibat Covid-19 secara harian.
Tertundanya pilkada
Setelah persoalan kesehatan dan ekonomi, dampak selanjutnya juga dirasakan pada sektor
politik. Dampak pertama yang paling dirasakan adalah penundaan pilkada serentak dari 23
September menjadi 9 Desember 2020. Penambahan anggaran juga dibutuhkan demi
penyediaan peralatan kesehatan bagi penyelenggara pilkada. Namun, kelanjutan tahap
pelaksanaan pilkada kembali menghadapi tantangan seiring dengan meningkatnya kasus positif
Covid-19 sepanjang Juli.
215

