Page 217 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 217
Selain pilkada, dampak yang paling dirasakan pada bidang politik adalah teguran dari Presiden
Joko Widodo kepada jajaran menteri pada Kabinet Indonesia Maju. Teguran disampaikan dalam
sidang kabinet paripurna pada 18 Juni karena program dan dana yang dikucurkan tidak mengalir
secara optimal hingga ke masyarakat.
Teguran yang disampaikan juga bermuara pada implikasi politik, yakni perombakan kabinet
hingga pembubaran lembaga negara yang juga disampaikan Jokowi. Langkah ini akan diambil
jika diperlukan dalam rangka mempercepat pemulihan kondisi darurat akibat Covid-19.
Pada satu sisi, teguran ini dapat dipahami sebagai cambuk bagi jajaran pemerintahan untuk
bekerja lebih keras dalam menangani dampak Covid-19. Di sisi lain, kondisi ini juga
mengisyaratkan keseriusan pemerintah dan upaya untuk menjaga soliditas agar tidak terjadi
krisis politik di tengah pandemi.
Stabilitas politik memang menjadi benteng terakhir yang harus dijaga di tengah ancaman krisis
multidimensi akibat pandemi Covid-19. Di tengah persoalan kesehatan dan ekonomi,
ketidakstabilan politik hanya akan memperparah situasi sehingga dibutuhkan upaya untuk
mempererat soliditas kabinet.
Upaya bersama
Sepanjang kemerdekaan Indonesia, ini pertama kalinya ancaman krisis multidimensi timbul
akibat sebuah penyakit Tentu, penanganan yang dilakukan juga harus berbeda dibandingkan
dengan upaya menghadapi krisis sebelumnya, seperti tahun 1966, 1998, dan 2008.
Pemerintah melalui jajaran kementerian terkait telah menelurkan berbagai kebijakan untuk
menangkal dampak Covid-19. Insentif fiskal, bantuan kesehatan, dan bantuan sosial telah
diberikan pada berbagai sektor.
Kini, upaya sosialisasi protokol kesehatan tampaknya menjadi program mendesak. Pada
penggunaan masker, misalnya, pemahaman secara benar perlu diberikan agar tidak lagi ada
kesalahan dalam penggunaan. Sebab, terdapat kecenderungan masker digunakan di bawah
dagu tanpa menutup hidung dan mulut.
Selain itu, sikap permisif dalam komunikasi antarwarga yang tidak bermasker juga perlu
diperhatikan. Ada kecenderungan, kebiasaan tidak menggunakan masker dianggap wajar jika
komunikasi dilakukan bersama orang yang dikenal. Pemahaman keliru ini tentu perlu diluruskan
pada setiap lapisan masyarakat.
Namun, mengandalkan pemerintah saja tentu tidak cukup untuk mengantisipasi besarnya
dampak akibat pandemi. Peran penting kini juga berada di tangan setiap lapisan masyarakat.
Jika masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan, hal ini sangat membantu untuk
mengurangi penyebaran Covid-19.
Jika kasus positif semakin berkurang, ini menjadi langkah awal untuk keluar dari ancaman krisis.
Jadi, ingin berlama-lama dengan kondisi saat ini atau tidak, pilihan justru berada di tangan kita
masing-masing. (LITBANG KOMPAS)
caption-
Pemeriksaan suhu tubuh terhadap anak balita yang akan diimunisasi oleh petugas puskesmas
di Kantor Desa Gobang, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/7/2020). Vaksinasi
dan imunisasi tetap dilakukan selama masa pandemi Covid-19, untuk menambah daya tahan
tubuh anak balita dan ibu hamil (atas). Seorang tenaga medis istirahat sejenak saat bertugas
melakukan tes usap massal di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jalan Sudirman, Kota
Bogor, Senin (13/7/2020) (bawah).
216

