Page 260 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 260

Judul              Sarat Kontroversi, Draft RUU Cipta Kerja Dinilai Perlu Diformulasi Ulang
                 Nama Media         hukumonline.com

                 Newstrend          Omnibus Lawg
                 Halaman/URL        https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5f11762a858cc/sarat-
                                    kontroversi--draft-ruu-cipta-kerja-dinilai-perlu-diformulasi-ulang
                 Jurnalis           Moch. Dani Pratama Huzaini
                 Tanggal            2020-07-17 16:58:00
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 10.000.000
                 News Value         Rp 30.000.000
                 Kategori           Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Negatif

              Narasumber

              negative - Fahira Idris (Anggota DPD) Saya khawatir jika RUU Cipta Kerja tetap di bahas apa
              lagi disahkan di masa pandemi ini akan buat rakyat semakin resah dan melahirkan kegaduhan
              baru

              positive - Fahira Idris (Anggota DPD) Sangat bijak jika baik Pemerintah maupun DPR bersedia
              memformulasikan ulang draft RUU ini dengan melibatkan sebanyak mungkin partisipasi publik
              atau mengedepankan prinsip keterbukaan, setelah pandemi ini berakhir. Saat ini biar rakyat
              fokus dulu membantu Pemerintah memutus rantai penularan corona

              Ringkasan

              Gelombang penolakan atas pembahasan dan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang
              (RUU) Cipta Kerja kembali terjadi lagi. Hal itu terlihat dari aksi demonstrasi menolak Omnibus
              Law RUU Cipta Kerja yang terdiri dari buruh, petani hingga mahasiswa memenuhi jalanan di
              depan Gedung Parlemen, Kamis (16/7).



              SARAT KONTROVERSI, DRAFT RUU CIPTA KERJA DINILAI PERLU DIFORMULASI
              ULANG

              Gelombang penolakan atas pembahasan dan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang
              (RUU) Cipta Kerja kembali terjadi lagi. Hal itu terlihat dari aksi demonstrasi menolak Omnibus
              Law RUU Cipta Kerja yang terdiri dari buruh, petani hingga mahasiswa memenuhi jalanan di
              depan Gedung Parlemen, Kamis (16/7).

              Anggota  DPD  Fahira  Idris  menilai  selain  dinilai  sarat  kontroversi  dan  tidak  mencerminkan
              keadilan  bagi  rakyat,  proses  penyusunan  draft  RUU  Omnibus  Law  yang  terkesan  tertutup
              menjadi pangkal penolakan RUU ini. Oleh karena itu, menurutnya, draft RUU Cipta Kerja yang
              ada sekarang ini perlu diformulasi ulang dengan mengedepankan prinsip keterbukaan.

              Fahira  mengungkapkan,  pembahasan  RUU  Omnibus  Law  Cipta  Kerja  berpotensi  membuat
              kegaduhan  baru  di  Indonesia.  Pasalnya,  RUU  ini  bersentuhan  langsung  dengan  sendi-sendi
              kehidupan  rakyat.  Saat  ini,  penolakan  RUU  Cipta  Kerja  sudah  meluas  ke  berbagai  lapisan


                                                           259
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265