Page 261 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 261

masyarakat. Tidak hanya buruh, civil society, mahasiswa, dan akademisi tetapi juga organisasi-
              organisasi keagamaan besar.

              "Saya khawatir jika RUU Cipta Kerja tetap di bahas apa lagi disahkan di masa pandemi ini akan
              buat rakyat semakin resah dan melahirkan kegaduhan baru," kata Fahira Idris dalam keterangan
              pers yang diterima  hukumonline  , Jumat (17/7).

              Menurut  Fahira,  langkah  bijak  yang  bisa  diambil  di  masa  pandemi  ini  adalah  menunda
              pembahasan  di  semua  klaster  yang  ada  dalam  RUU  Cipta  Kerja.  "Sangat  bijak  jika  baik
              Pemerintah maupun DPR bersedia memformulasikan ulang draft RUU ini dengan melibatkan
              sebanyak mungkin partisipasi publik atau mengedepankan prinsip keterbukaan, setelah pandemi
              ini berakhir. Saat ini biar rakyat fokus dulu membantu Pemerintah memutus rantai penularan
              corona," katanya.
              Fahira menilai kontroversi yang mengitari RUU Cipta Kerja bukan hanya soal ketenagakerjaan,
              tetapi juga terkait klaster terkait investasi dan perizinan. Isu-isu dalam RUU ini mulai dari soal
              proses pengadaan tanah untuk kawasan non-pertanian yang berpotensi memasifkan alih fungsi
              lahan  pertanian  dan  soal  panjangnya  masa  izin  HGU  yang  bisa  diperoleh  perusahaan
              perkebunan besar, juga menjadi biang keresahan rakyat.

              Kontroversi termasuk juga soal aturan pembebasan lahan atas nama pembangunan yang tidak
              hanya terbatas untuk kepentingan umum dan pembangunan infrastruktur tapi juga kepentingan
              investor tambang, pariwisata, dan kawasan ekonomi khusus..

















































                                                           260
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266