Page 325 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 325

Judul              Kisruh RUU Ciptaker: Pemerintah Dinilai Tidak Terbuka
                 Nama Media         bisnis.com

                 Newstrend          Omnibus Law
                 Halaman/URL        https://ekonomi.bisnis.com/read/20200717/12/1267161/kisruh-ruu-
                                    ciptaker-pemerintah-dinilai-tidak-terbuka-
                 Jurnalis           Rahmad Fauzan
                 Tanggal            2020-07-17 08:23:00
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 17.500.000
                 News Value         Rp 52.500.000
                 Kategori           Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Negatif

              Ringkasan

              Sejumlah konfederasi dan serikat  buruh  memutuskan mengundurkan diri dari tim teknis yang
              membahas  Omnibus Law  Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dalam unsur tripartit.

              Keluarnya  kalangan  buruh  dari  tim  teknis  yang  dibentuk  Kementerian  Ketenagakerjaan  itu
              disinyalir karena arogansi Asosiasi Penguasaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Industri
              (Kadin).


              KISRUH RUU CIPTAKER: PEMERINTAH DINILAI TIDAK TERBUKA

              , JAKARTA - Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar
              menilai  polemik  muncul  dalam  pembahasan  Rancangan  Undang-Undang  Cipta  Kerja  (RUU
              Ciptaker) disebabkan karena pemerintah tidak terbuka kepada pemangku kepentingan.
              "Jangan  alergi  dengan  berunding.  Masalah  utama  penyelesaian  RUU  Omnibus  Law  adalah
              komunikasi dengan masyarakat, termasuk di kluster Ketenagakerjaan. Menurut saya, kita harus
              berpikir  secara  nasional  ke  depannya.  Baik  pemerintah,  pengusaha,  dan  SP  bisa  lebih
              berkomunikasi," tuturnya kepada  Bisnis  , Kamis (16/7/2020).
              Hal  tersebut,  sambungnya,  kontraproduktif  dengan  tujuan  RUU  Ciptaker  sendiri.  Pasalnya,
              harapan investasi untuk dapat berbondong-bondong masuk ke Indonesia bisa batal lantaran
              suasana yang tidak kondusif dan kepastian hukum yang belum rampung.

              Terlebih lagi, krisis perekonomian akibat pandemi virus Corona (Covid-19) juga mesti menjadi
              pertimbangan  dalam  proses  pembahasan  RUU  Ciptaker.  Para  investor  dinilai  belum  juga
              memberikan kepastian terkait dengan rencana investasi ke depan dengan adanya pandemi ini.

              "Kalau pun aturan ini selesai Agustus [2020], belum tentu dapat menarik investor yang juga
              terdampak Covid-19. Investasi tidak secara otomatis akan masuk karena ini ada krisis global.
              Bagusnya, [pemerintah ] tidak usah terburu-buru dan memulai pembicaraan dengan serikat
              pekerja serta akademisi," lugasnya.

              Ketika ditanya  Bisnis  soal tindak lanjut pemerintah atas polemik yang sedang berlangsung,
              pihak Kementerian Ketenagakerjaan belum bisa memberikan jawaban.

                                                           324
   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330