Page 328 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 328

Masyarakat Adat, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan RUU  Penghapusan Kekerasan
              Seksual.  Pendemo  menilai,  Omnibus  Law  adalah  ancaman  bagi  seluruh  rakyat,  tidak  hanya
              rakyat akan tetapi juga ancaman bagi lingkungan hidup.

              "Singkat  kata  Omnibus  Law  adalah  produk  pemiskinan  yang  struktural  dan  sistematis,
              bertentangan dengan konstitusi dan cita-cita bangsa, mensejahterakan rakyat," katanya

              Dalam aksi itu meteka juga mendesak DPRD Kabupaten Banyumas menolak Omnibus Law Cipta
              Kerja dengan cara untuk ikut tanda tangan dan memberi keterangan resmi. Perwakilan pendemo
              kemudian ditemui Ketua Komisi 2, Subagio dari Fraksi PDI Perjuangan. Mereka menyerahkan
              pernyataan sikap dan draf dokumen yang memgkritisi RUU tersebut.

              Subagio  menyatakan  akan  meneruskan  runtutan  pendemo  ke  DPR  RI  melalui  sekretariat
              DPRD.(G22-20)

              caption:
              TOLAK OMNIBUS LAW: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Serikat Masyarakat
              Bergeraklah Basnyumas (Semarak) melakukan aksi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di
              depan halaman kantor DPRD Banyumas, Kamis (16/7).(20)





















































                                                           327
   323   324   325   326   327   328   329   330   331