Page 326 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 326

Di sisi lain, hubungan antara serikat pekerja dan pengusaha di dalam Tim Teknis Omnibus Law
              RUU Ciptaker yang dibentuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan tersebut memang sudah tidak
              harmonis dalam beberapa waktu belakangan.

              Dalam pertemuan pertama tim awal Juli 2020 lalu, pihak Apindo dan Kadin mengembalikan
              konsep  tertulis  yang  diserahkan  oleh  serikat  pekerja.  Hal  itu,  merupakan  awal  dari
              ketidaksesuaian tersebut.

              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  mengatakan  setidaknya
              terdapat 4 alasan KSPI dan KSPSI mengundurkan diri dari Tim Teknis.

              Pertama    ,  tim  tidak  memiliki  kewenangan  untuk  mengambil  keputusan  dan  kesepakatan
              apapun, melainkan hanya mendengarkan masukan dari masing-masing unsur.

              Kedua  , unsur Apindo/Kadin dianggap arogan dengan mengembalikan konsep RUU usulan dari
              unsur serikat pekerja serta tidak mau menyerahkan usulan konsep Apindo/Kadin secara tertulis.
              Ketiga  , ada kesan pembahasan akan dipaksakan selesai pada 18 Juli 2020. Dengan jumlah
              pertemuan hanya 4-5 kali, kata Said, serikat buruh menilai tidak mungkin membahas pasal-
              pasal yang sedemikian berat hanya dalam 4-5 kali pertemuan.

              Keempat    ,  lanjut  Said,  masukan  yang  disampaikan  hanya  sekedar  ditampung.  Tidak  ada
              kesepakatan dan keputusan apapun dalam bentuk rekomendasi dalam menyelesaikan substansi
              masalah Omnibus Law.

              Di  sisi  lain,  pihak  Apindo-Kadin  berpendapat  berbeda.  Dalam  siaran  pers  kedua  pihak  yang
              diterima  Bisnis  , dikatakan dokumen yang diserahkan KSPI dalam Pertemuan Tripartit belum
              mewakili seluruh SP/SB yang hadir  "Dokumen yang diserahkan KSPI dalam Pertemuan Tripartit
              yang katanya mewakili 'pekerja', setelah dikonfirmasi oleh pimpinan rapat Tripartit, ternyata
              belum mewakili seluruh SP/SB yang hadir. Di samping itu, dokumen tersebut bukanlah sebuah
              konsep, melainkan dokumen tersebut berjudul 'Cabut Klaster Ketenagakerjaan Dari RUU Cipta
              Kerja'," tulis pihak Apindo-Kadin.

              Dengan  demikian,  lanjutnya,  pihak  pengusaha  harus  menghormati  hal  tersebut  dengan
              mengembalikan dokumen tersebut.
              Selain  itu,  dalam  undangan  resmi  Kementerian  Ketenagakerjaan  untuk  Pertemuan  Tripartit
              mengenai RUU Cipta Kerja, dikatakan tidak terdapat agenda untuk tukar-menukar dokumen
              konsep, melainkan pertemuan lanjutan untuk membahas pasal per pasal dalam RUU Cipta Kerja
              kluster Ketenagakerjaan.

              Adapun, Apindo-Kadin juga telah menyerahkan sikap dan pandangan pihak pengusaha kepada
              Pemerintah terkait dengan pasal-pasal yang ada di RUU Cipta Kerja Kluster Ketenagakerjaan.

              Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020, tren jumlah tenaga kerja di Tanah Air
              bergerak positif dengan terus mencatatkan penambahan selama 3 tahun terakhir.

              Saat ini, jumlah total tenaga kerja menurut lapangan pekerjaan utama sampai dengan Februari
              2019 sekitar 129 juta, bertambah sekitar 2 juta orang dibandingkan dengan periode yang sama
              tahun sebelumnya..








                                                           325
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331