Page 81 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 81
tersebut tak lain untuk merangsang para pekerja korban PHK atau pekerja yang telah
dirumahkan agar beralih ke dunia usaha.
Slamet Quail Farm, salah satu perusahaan yang berhasil dibina oleh Direktorat Bina Produktivitas
Kementerian Ketenagakerjaan ini aktif mensosialisasikan kepada warga terkait keberhasilan
produktivitasnya.
Slamet Quail Farm (SQF), merupakan usaha pembibitan dan produksi telur serta daging puyuh
terbesar, termodern dan terbaik di Jawa Barat. Farm ini berlokasi di jalan Raya Pelabuhan 2
KM.19 Kampung Cilangkap, Kelurahan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.
Sebagai penggerak produktivitas di desa tersebut, kegiatan di Slamet Quail Farm (SQF) saat ini
sangat spektakuler. Yaitu menyerap hasil panen dengan menciptakan nilai tambah para petani
di desa.
Pimpinan (SQF), Bapak Slamet Mulyadi pun menyabet penghargaan sebagai Pemenang
Penganugerahan Produktivitas Paramakarya tahun 2019. Penganugerahan penghargaan itu
digelar di Istana Wakil Presiden yang diselenggarakan Direktorat Bina Produktivitas Kementerian
Ketenagakerjaan RI.
"SQF juga sebagai offtaker menampung hasil mereka sebagai jembatan memfasilitasi sayur
petani kepada end user sesuai dengan tujuan peningkatan produktivitas," kata Direktur Bina
Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Fahrurozi, Kamis (16/7).
"Dia melanjutkan, di saat Jabodetabek memberlakukan PSBB, sosial distancing, dan transisi new
normal, kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas desa, dengan menciptakan peluang
usaha, serta nilai tambah desa," beber dia.
Para petani tidak risau lagi hasil pertaniannya didistribusikan ke mana mengingat ketika masa
pandemi kemarin sebagian restaurant dan hotel tidak menerima hasil pertaniannya.
Dengan begitu, petani dan mitra binaan UMKM bisa bangkit lagi dan semakin produktif dengan
kegiatan menyemai, menanam, merawat dan memanen.
"Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang menjadi pejuang produktif yang membuat orang-
orang sekelilingnya tetap bersemangat dan ikut menjadi produktif," ujar Fahrurozi.
[hhw].
80

