Page 412 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 412

KSPI  juga  berharap  elemen  mahasiswa  bisa  bergabung  menyampaikan  aspirasi  terhadap
              pemerintah.
              Selanjutnya  aksi  mogok  kerja  nasional  sudah  disepakati  mulai  6  Desember  2021  hingga  8
              Desember 2021.

              Said  mengklaim  sedikitnya  2  juta  buruh/pekerja  akan  mogok  kerja  sebagai  bentuk  protes
              menolak ketetapan kenaikan UMP rata-rata 1,09 persen.

              "Buruh yang akan mogok berasal dari lebih 100 ribu perusahaan di 30 provinsi dan lebih dari
              150 kabupaten/kota. Termasuk juga kawan-kawan ojek online akan ikut bergabung, sopir trailer,
              buruh-buruh pelabuhan," tutur Said.

              KSPI  menggandeng  sejumlah  konfederasi  buruh  seperti  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh
              Indonesia  (KSPSI),  Komite  Politik  Buruh  Indonesia  (KPBI),  Kongres  Aliansi  Serikat  Buruh
              Indonesia (KASBI), hingga Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas).

              Said menambahkan dasar hukum yang akan digunakan dalam aksi ini adalah Undang-Undang
              Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

              "Kami imbau seluruh buruh setop melakukan produksi. Inilah reaksi balik yang keras, jangan
              berdalih bahwa kenaikan upah minimum 1,09 persen itu karena pandemi Covid-19. Tidak ada
              hubungannya," imbuhnya.

              Memalukan Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) memprotes keras keputusan
              kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 rata-rata sebesar 1,09 persen.

              Pemerintah  menetapkan  kenaikan  upah  minimum  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  (PP)
              Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan,  yang  merupakan  aturan  turunan  dari  Undang-
              Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              "Artinya kenaikan UMP tahun 2022 tertinggi hanya sebesar Rp 37.538 dan kenaikan terendah
              adalah hanya naik Rp 14.032. Ini sangat memalukan di tengah kondisi rakyat yang semakin sulit
              dan daya beli masyarakat yang semakin rendah," kata Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat
              dikutip Minggu (21/11/2021).

              Menurutnya,  pemerintah  mempermalukan  dirinya  sendiri  karena  membuat  aturan  turunan
              berupa PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang justru bertentangan dengan UU No.
              11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," tambahnya.

              Dalam UU Cipta Kerja kenaikan upah minimum dihitung hanya berdasar Namun dalam PP No.
              36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, ada tambahan formula baru yang ditetapkan sepihak oleh
              Pemerintah,  yang tidak diatur  dalam  UU  Cipta Kerja,  yaitu penyesuaian  nilai  upah  minimum
              ditetapkan dalam rentang nilai batas atas dan batas bawah.

              Nilai batas atas upah minimum dihitung berdasarkan rata-rata konsumsi per kapita, rata-rata
              banyaknya anggota rumah tangga, dan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga yang bekerja
              pada setiap rumah tangga.

              Nilai batas bawah upah minimum dihitung dari batas atas upah minimum dikalikan 50 persen.
              Padahal berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi tertinggi didapat
              oleh Maluku Utara dengan kenaikan 12,76 persen, Inflasi tertinggi Bangka Belitung 3,29 persen.

              Mirah Sumirat mengungkapkan, berdasarkan PP No. 36 tahun 2021, kenaikan UMP 2022 tertinggi
              adalah di DKI Jakarta menjadi sebesar Rp 4.453.724 dari sebelumnya tahun 2021 sebesar Rp
              4.416.186,548.

                                                           411
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417