Page 410 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 410

Kemudian yang kedua, Andi Gani mengungkapkan besok merupakan sidang pembacaan putusan
              gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau
              Omnibus Law di Mahkamah Konstitusi (MK).

              Sehingga, KSPSI meminta kepada MK yang besok akan mengumumkan keputusan formil uji
              materi UU Cipta Kerja bisa berlaku adil.

              "Kami  berharap  hakim  MK  bisa  berlaku  seadil-adilnya.  Karena,  saya  yakin  MK  merupakan
              benteng keadilan terakhir yang bisa memutuskan secara adil dan selalu ada untuk kepetingan
              seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

              Ketiga, Pimpinan Konfederasi Buruh Se-ASEAN (ATUC) ini juga meminta Menteri Dalam Negeri
              Tito  Karnavian  merevisi  atau  bahkan  mencabut  instruksi  Mendagri  ke  kepala  daerah  dalam
              rangka penetapan upah minimum.

              Andi  Gani  menegaskan,  aksi  nanti  merupakan  rangkaian  dari  rencana  aksi  besar  yang
              rencananya akan dilakukan pada 29 dan 30 November 2021.

              Namun,  rencana  aksi  besar  gabungan  dari  beberapa  konfederasi  buruh  masih  terus
              dikoordinasikan.

              Andi  Gani  menginstruksikan  kepada  seluruh  anggotanya  di  seluruh  Indonesia  untuk  tetap
              menjaga ketertiban dalam aksi unjuk rasa dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

              Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit KSPSI Roy Jinto
              mengatakan, aksi besok tidak hanya di Jakarta tapi juga dibeberapa wilayah. Salah satunya Jawa
              Barat.

              Roy  memastikan  ribuan  buruh  di  Jawa  Barat  akan  turun  ke  jalan  besok.  Pertama,  di  depan
              Gedung Sate Bandung yang rencananya akan dihadiri oleh 3.000 buruh. Kemudian, sekitar 5.000
              buruh akan datang ke Jakarta.

              "Tuntutannya sama. Pertama, meminta MK membatalkan UU Cipta Kerja. Kedua, meminta upah
              minimum tahun 2022 diputuskan secara adil dan bijaksana," jelasnya.

              Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Sekjen KSPSI Hermanto Achmad, Ketua Umum PP
              FSP KEP SPSI R. Abdullah, dan Bendahara Umum KSPSI Mustopo.
              Upah Buruh RI di Bawah Vietnam Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
              (KSPI)  Said  Iqbal  mempertanyakan  pernyataan  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziah  terkait
              upah minimum buruh Indonesia terlalu tinggi.

              Menurutnya,  Menaker  bicara  tidak  berdasarkan  data  karena  faktanya  upah  buruh  Indonesia
              masih lebih rendah dibandingkan Vietnam.

              "UMP  Indonesia  di  bawah  Vietnam,  Singapura  dan  Malaysia.  Sedikit  lebih  tinggi  dibanding
              Kamboja, Myanmar, Laos dan Bangladesh," kata Said dalam konferensi pers daring, Jakarta,
              Senin (22/11/2021.


              Said menegaskan upah minimum terlalu tinggi yang disampaikan oleh pemerintah tersebut tidak
              relevan.  Sebagai  negara  dengan  populasi  besar,  Indonesia tertinggal  dalam  hal pengupahan
              buruh.

              "Kami tidak mengerti Menaker mengatakan upah di Indonesia terlalu tinggi. Datanya dari mana?
              Padahal sudah jelas, UMP Indonesia di bawah Vietnam, Singapura, Malaysia," ucap Said.



                                                           409
   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415