Page 478 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 478

perekonomian, terutama di masa recovery ini, kalau pun seandainya nanti ekonomi sudah baik
              dan normal kembali dan tingkat kesejahteraan masyarakat sudah normal kembali, itu silakan
              saja



              Ringkasan

              Pengamat Ekonomi dari Unpad, Ferry Hadiyanto menilai formulasi perhitungan upah minimum
              kota/kabupaten (UMK) 2022 di Jawa Barat, melalui PP 36/2021 sudah cukup bijak. Formulasi itu,
              kata dia, disesuaikan dengan kondisi ekonomi di tengah pandemi yang belum usai. Ditambah
              ada misi pemerataan upah di tengah disparitas upah yang saat ini terpaut jauh antara satu
              daerah dengan daerah lainnya. Tak hanya itu, isu pengupahan yang saat ini, ke depannya juga
              akan  berpengaruh  dengan  daya  tarik  Jawa  Barat  di  mata  investor,  dan  keberlangsungan
              perekonomian pada umumnya.



              EKONOM UNPAD NILAI FORMULASI UMK 2022 DI JAWA BARAT SUDAH BIJAK

              - Pengamat Ekonomi dari Unpad, Ferry Hadiyanto menilai formulasi perhitungan upah minimum
              kota/kabupaten (UMK) 2022 di Jawa Barat, melalui PP 36/2021 sudah cukup bijak.

              Formulasi itu, kata dia, disesuaikan dengan kondisi ekonomi di tengah pandemi yang belum usai.

              Ditambah ada misi pemerataan upah di tengah disparitas upah yang saat ini terpaut jauh antara
              satu daerah dengan daerah lainnya.

              Tak hanya itu, isu pengupahan yang saat ini, ke depannya juga akan berpengaruh dengan daya
              tarik Jawa Barat di mata investor, dan keberlangsungan perekonomian pada umumnya.

              Ferry memaparkan betapa riskannya jika upah minimum meningkat signifikan.

              "Jadi  kalau  kita  melihat  proses  tahun  ini  pertama  kali  menerapkan  UU  Cipta  Kerja  dan  PP
              36/2021. Jika mengacu pada aturan sebelumnya menggunakan pertambahan inflasi dan juga
              pertumbuhan  ekonomi  menurut  rumusnya  itu  terlalu  besar.  Kalau  pertumbuhan  ekonomi  6
              persen misalnya, itu bisa bubbling dan melebihi standar kenaikan konsumsi dari masyarakat
              secara  rata-rata.  Akibatnya  untuk  wilayah  manufaktur  akan  melesat  sendirian  dibandingkan
              daerah pertanian," ujar Ferry, Rabu, 24 November 2021.

              Menurut dia, aspek ketenagakerjaan seharusnya memberikan aspek pemerataan equity. Jangan
              sampai terus terjadi gap upah.

              Misal antara wilayah Bodebek dengan Banjar dan Ciamis. Makin lama makin jauh bedanya dan
              itu tidak bagus.
              "Kalau  kita  melihat  konteks  wilayah,  di  mana  arah  pembangunan  berdasarkan  RPJMD  itu
              bergerak ke timur dengan adanya Kertajati, Jatigede lalu ada Rebana. Itu sulit mendapatkan
              investor kalau terkendala tingginya upah," ucap dia.

              Padahal semua infrastruktur sudah disiapkan seperti adanya Cisumdawu.

              "Tapi kalau investor enggak mau masuk ya repot. Kami melihat system pengupahan ini lebih
              kepada menciptakan iklim investasi yang kondusif," ucap dia.





                                                           477
   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483