Page 479 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 479
Dengan formulasi PP 36/2021 ini, kata Ferry, ada batas atas dan bawah sehingga di masa datang
upah itu bisa terkurangi gapnya. "Tidak ada alasan kita mengatakan dengan sistem sekarang
merugikan tenaga kerja," ucapnya.
Ferry pun menilai dengan formulasi tersebut cukup mendukung situasi ekonomi saat ini.
"Kalau misalnya terlalu tinggi, perusahaan kalau dapat keuntungan yang tadinya bisa untuk
investasi 2022, sehingga kemudian bisa merekrut tenaga kerja yang tadinya menganggur atau
tenaga kerja baru, kan akhirnya uang profitnya hanya untuk tambahan upah,"ucap dia.
"Misalnya kalau naiknya jadi 100 ribu saja, itukan 100 ribu dikali sekian ratus pekerja, itu akan
menghabiskan keuntungan yang sebenarnya bisa untuk investasi sumber daya manusia atau
barang produksi untuk 2022," ujar dia.
Saran bagi Buruh Dengan situasi pengupahan saat ini, Ferry menilai setiap tahun selalu ada aksi
keberatan dari pekerja atau buruh.
"Mereka itu pihak yang dari penetapan UU Cipta Kerja saja sudah tidak setuju, berartikan dengan
turunannya jugakan pasti tidak akan setuju, tapi itu hak mereka dan demo itu lindungi pula oleh
konstitusi," tutur dia.
"Kita pada saat ini lagi recovery dari pandemi Covid-19, banyak saudara yang terkena PHK gara-
gara Covid-19. Jadi, sistem pengupahan ini kami menganggap, teman-teman perguruan tinggi
itu memberikan insentif untuk perekonomian, terutama di masa recovery ini, kalau pun
seandainya nanti ekonomi sudah baik dan normal kembali dan tingkat kesejahteraan masyarakat
sudah normal kembali, itu silakan saja," kata dia memungkas.***.
478

