Page 483 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 483

Namun demikian, untuk wilayah Bandung Raya sendiri, diinformasikan tidak mengalami kenaikan
              upah minimum di tahun 2022 mendatang.
              "3 kabupaten di bandung raya kalau melihat aturan tidak naik. Namun sudah di komunikasikan,
              bahwa dari aglomerasi tersebut kita ada sekitar 0,9% kenaikan.

              Tapi dilihat kenyataan tidak naik karena angka perkapitannya tidak naik," ungkapnya.

              Oleh  sebab  itu,  para  buruh  turut  mengancam  akan  melakukan  aksi  mogok  massal  apabila
              aspirasinya tidak terpenuhi oleh pemerintah.
              "Tanggal  25  November  adalah  batas  akhir  pengiriman  rekomendasi  kami.  Dan  kami  akan
              melakukan pengawalan untuk rekomendasi tersebut. Apabila rekomendasi tersebut masih belum
              membuahkan hasil, apa boleh buat mogok kerja akan kita lakukan," ancamnya.

              Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat mengatakan
              jika UMP Kabupaten Sumedang sendiri masih di bawah Rp 2 juta. Dan Kabupaten Sumedang
              sendiri memiliki keuntungan karena di aglomerasi dengan Bandung Raya.

              "Bandung  Raya  juga  belum  menentukan  sikap,  namun  itu  menguntungkan,  karena  bisa
              menaikan 0,9% bagi para buruh," tuturnya.

              (kga)
              Caption:

              KECEWA: Salah satu peserta aksi unjuk rasa Guruh Dianto usai melakukan audiensi bersama
              Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gedung Negara.









































                                                           482
   478   479   480   481   482   483   484   485   486   487   488