Page 617 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 617
Mahbub menjelaskan, pemkot berharap agar usulan ini bisa diterima pemprov. Apalagi kenaikan
yang diusulkan sangat wajar, mengingat besaran UMK Kota Pasuruan tetap selama dua tahun
ini. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi membuat pertumbuhan ekonomi dan daya beli
masyarakat menurun.
"Usulannya dilakukan 9 November lalu. Kalau melihat tahun-tahun sebelumnya, kira-kira awal
Desember ini kami sudah mendapat hasil usulannya," beber Mahbub.
Kenaikan yang tak lebih dari dua persen juga diusulkan Kabupaten Probolinggo. Dinas
Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Probolinggo yang sudah mulai melakukan pembahasan
memutuskan UMK naik 2 persen.
Kenaikan UMK tersebut diperoleh setelah Disnaker melakukan pembahasan bersama Dewan
Pengupahan Kabupaten Probolinggo. Diantaranya terdiri atas Unsur Pemerintah, Akademisi,
Apindo, dan SPSI. Hasil dari pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara
kesepakatan sidang Dewan Pengupahan.
"Kamis (18/11) lal u. kami sudah membahas UMK. Tahun 2021, UMK sebesar Rp.2.553.265,95.
Pada tahun2022, kami usulkan naik 2 persen," ujar Kasi Kesejahteraan dan laminan Sosial
Disnaker Kabupaten Probolinggo I Nengah Mangku, Selasa (23/11).
Mangku menyebutkan, kenaikan dirasa wajar. Pertimbangan Dewan Pengupahan yang
menjabarkan komponen lain pembentuk UMK, menjadi salah satu pertimbangan yang turut
menjadi perhatian khusus untuk menentukan UMK.
Tidak hanya itu. Untuk menentukan UMK juga harus disesuaikan dengan Kebutuhan Hidup Layak
(KHL). Agar nantinya UMK dapat memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya.
Karena itulah, pihaknya mela -ku ka n survei hargasembako di beberapa pasar. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui pasti kebutuhan yang dikeluarkan oleh setiap pekerja. Karenanya, dari
berbagai pertimbangan yang sudah dilakukan kemudian diusulkan kepada Pemerintah Provinsi
Jawa Timur untuk diproses lebih lanjut.
"Kami tidak serta merta menentukan usulan. Ada beberapa yang perlu diperhatikan, selain harus
sesuai dengan regulasi yangada, kondisi ekonomi juga menjadi bahan pertimbangan. Karenanya
usulan yang sudah dibuat mudah-mudahan disetujui," pungkasnya.
Rencana adanya kenai kan juga diusulkan Kota Probolinggo. Pemkot Probolinggo juga
memastikan besaran angka upah minimum kota (UMK) tahun 2022, naik dibanding tahun
sebelumnya. Hanyasaja, pemkot berlum merinci berapa kenaikan tersebut.
Roby Susanto selaku Kabid Hubungan Industrial di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu
Satu Pintu danTenaga Kerja (PM-PTSPNaker) mengatakan, nilai UMK Kota Probolinggo Tahun
2022sudah diajukan ke Gubernur Jatim. Informasinya, di Jatim belum semua daerah yang sudah
usulkan angka UMK itu.
"Suda h kam i ki ri m usul an ni lai UMK untuk Kota Probolinggo tahun 2022. Namun, untuk
angka UMK berapa, masih harus menunggu dari gubernur," katanya ada Jawa Pos Radar Bromo.
Penentuan kenaikan UMK itu, lanjut Roby, juga berdasarkan dari survei KHL. Namun, KH L bukan
menjadi penentu. KHL hanya digunakan untuk pembanding saja, datanya dari Badan Pusat
Statistik (BPS). "Usulan penetapan UMK tahun 2022, sudahdiajukan tinggal menunggu
penetapan dari gubernur," katanya padajawa Ibs Radar Bromo.
Kabupaten Pasuruan Masih Alot
616

