Page 622 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 622
Arsukman Edi dapat dimaklumi. Karena kenaikan UMP segitu tak terlalu berarti. Terkesan
setenga h hati. Tak banya k penga ruh bila di band -ingkan kebutuhan hidup yang teras
meningkat. Lihatlah ha rga- harga kebutuh an pokok bergera k nai k. Harga minyak goreng yang
semakin mencekik.
Namun keberatan Arsukman Edi tak menggema sampai ke telinga sang pengambil kebijakan.
Sejak ditetapkan gubernur, Jumat (19//11) lalu tak ada gelombang protes dari para buruh atau
pekerja swasta di Sumbar.
Mungkin semua maklum, kondisi banyak perusahaan yang kesulitan keuangan di masa pandemi
tak memungkinkan menaikkan upah. Alih-alih menaikkan upah, membayar gaji tepat waktu
sajakadang susah. Bagi perusahaan yang terpaka melakukan pemotongan gaji karyawan
karenalaba menurun dampak pandemi bahkan belum bisa membayarkan gaji penuh kembali.
Jadi bagi pengusaha, jikabisa memilih tentu memilih UMP tklak naik.
Namun bagi pekerja ini sangat tklak menguntungkan. Upah rendah bisa mempengaruhi kinerja.
Mengurangi loyalitas
Buat apa mati-matian bekerja untuk perusahaan kalau hak yang diterima tak seberapa.
Akibatnya produk yang dihasilkan tidak sesuai harapan. Tentu yang rugi pemilik perusahaan
juga.
Parahnya jika masih ada perusahaan yang membayar gaji karyawan di bawah UMP. Ini sungguh
keterlaluan. Aturan pemerintah tentang pengupahan sudah jelas. Karena itu, pihak terkait mesti
berani menindak tegas perusahaan nakal tersebut. (*)
621

