Page 679 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 679

Nuruddin menegaskan, ia dan para pimpinan serikat buruh di Jatim sudah melakukan rapat.
              Dalam pertemuan itu, menyepakati ihwal rencana aksi unjuk rasa penolakan UMP 2022 yang
              telah dilakukan sedari Senin (22/11/2021) kemarin.

              Selain  itu,  buruh  se-Jatim  juga  akan  melakukan  mogok  kerja  massal.  Dalam  aksinya  nanti,
              mereka juga bakal menyampaikan tuntutan yang masih sama dengan sebelumnya, yakni tetap
              menyuarakan penolakan UMP 2022 yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Jatim Nomor:
              188/783/KPTS/013/2021.

              Selain  itu,  para  buruh  juga  mengaku  tetap  menolak  penerapan  UU  Nomor  11  Tahun  2020
              tentang Cipta Kerja dan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan Dalam Penetapan Upah
              Minimum  Tahun  2022.  Terkait  UU  Cipta  Kerja  itu,  dinilai  masih  dalam  judicial  review  di
              Mahkamah Konstitusi (MK)

              "Tetapkan upah minimum yang berkeadilan, revisi Keputusan Gubernur Jatim dengan menaikkan
              UMP sebesar 10%," kata Nuruddin, Selasa (23/11/2021).
              Nuruddin mengaku, serikat buruh se-Jatim sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada
              Dirintelkam Polda Jatim ihwal rencana aksi unjuk rasa tersebut. Dalam surat tersebut, tersirat
              keinginan  buruh  untuk  menggelar  aksi  selama  4  hari,  sejak  Kamis  (25/11/2021)  dan  Jumat
              (26/11/2021) pekan ini. Lalu, dilanjut pada Senin (29/11/2021) dan Selasa (30/11/2021) pada
              pekan depan.

              Ia menyebut, aksi tersebut bakal diikuti puluhan ribu buruh se-Jatim. Menurut datanya, tercatat
              sekitar 50.000 buruh akan mulai melakukan aksi unjuk rasa mulai pukul 09.00 WIB di 2 titik,
              yakni di Kantor Gubernur Jatim, Kecamatan Bubutan dan Gedung Negara Grahadi, Kecamatan
              Genteng, Kota Surabaya.

              "Berlakukan penangguhan upah bagi perusahaan yang tak mampu membayar UMK seperti tahun
              sebelumnya,  berlakukan  Upah  Minimum  Sektoral  Kabupaten  atau  Kota  (UMSK)  atau  upah
              minimum unggulan tahun 2022," tuturnya.




































                                                           678
   674   675   676   677   678   679   680   681   682   683   684