Page 681 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 681

Untuk kecelakaan kerja yang terjadi sejak 2 Desember 2019, harus diperhatikan adanya masa
              kadaluarsa klaim untuk mendapatkan manfaat. Masa kadaluarsa klaim selama 5 tahun dihitung
              sejak kecelakaan kerja terjadi.

              "Perusahaan harus tertib melaporkan baik secara lisan (manual) ataupun elektronik atas kejadian
              kecelakaan  kepada  BPJS  Ketenagakerjaan  selambatnya  2  kali  24  jam  setelah  kejadian
              kecelakaan,"  tulis  BPJS  Ketenagakerjaan  dalam  laman  resminya,  dikutip  pada  Rabu
              (25/11/2021).

              Selain itu, perusahaan harus segera menindaklanjuti laporan yang telah dibuat tersebut dengan
              mengirimkan  formulir  kecelakaan  kerja  tahap  I  yang  telah  dilengkapi  dengan  dokumen
              pendukung.

              Apa saja yang dicover BPJS Ketenagakerjaan? Terkait perhitungan santunan kecelakaan kerja
              BPJS, beragam pelayanan kesehatan (perawatan dan pengobatan) termasuk dari manfaat JKK.

              Penanganan yang ditanggung JKK BPJS Ketenagakerjaan, termasuk komorbiditas dan komplikasi
              yang  berhubungan  dengan  kecelakaan  kerja  dan  penyakit  akibat  kerja  yaitu:  Perlu  dicatat,
              pelayanan kesehatan dari manfaat JKK BPJS Ketenagakerjaan diberikan tanpa batasan plafon
              sepanjang sesuai kebutuhan medis (medical need).

              Pelayanan kesehatan diberikan melalui fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS
              Ketenagakerjaan (trauma center BPJS Ketenagakerjaan).

              Adapun penggantian biaya (reimbursement) atas perawatan dan pengobatan, hanya berlaku
              untuk daerah remote area atau didaerah yang tidak ada trauma center BPJS Ketenagakerjaan.
              Penggantian biaya diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

              Selain  itu,  terdapat  pula  manfaat  JKK  BPJS  Ketenagakerjaan  berupa  pelayanan  home  care.
              Manfaat diberikan maksimal 1 tahun dengan plafon biaya maksimal Rp 20 juta dengan ketentuan
              sebagai berikut: Manfaat JKK BPJS Ketenagakerjaan juga meliputi santunan berbentuk uang di
              antaranya  adalah  penggantian  biaya  pengangkutan  peserta  yang  mengalami  kecelakaan
              kerja/penyakit akibat kerja, ke rumah sakit dan/atau kerumahnya, termasuk biaya pertolongan
              pertama pada kecelakaan.

              Ketentuan biaya penggantian pengangkutan adalah sebagai berikut: Ketentuan tersebut berlaku
              untuk penggantian biaya sebagai berikut: Cara hitung santunan kecelakaan kerja khususnya
              perhitungan biaya transportasi untuk kasus kecelakaan kerja yang menggunakan lebih dari satu
              jenis transportasi, berhak atas biaya maksimal dari masing-masing angkutan yang digunakan.

              Biaya akan diganti sesuai bukti/kuitansi dengan penjumlahan batasan maksimal dari semua jenis
              transportasi yang digunakan.

              Lebih  lanjut  ada  pula  santunan  berupa  uang  penggantian  Sementara  Tidak  Mampu  Bekerja
              (STMB).

              Perhitungan santunan kecelakaan kerja BPJS untuk dapat uang STMB adalah sebagai berikut:
              Uang STMB dibayarkan kepada pemberi kerja sebagai pengganti upah yang diberikan kepada
              tenaga kerja. Ini termasuk manfaat JKK BPJS Ketenagakerjaan.

              Penggantian STMB dibayarkan selama peserta tidak mampu bekerja sampai peserta dinyatakan
              sembuh atau cacat sebagian anatomis atau cacat sebagian fungsi atau cacat total tetap atau
              meninggal  dunia  berdasarkan  surat  keterangan  dokter  yang  merawat  dan/atau  dokter
              penasehat.



                                                           680
   676   677   678   679   680   681   682   683   684   685   686