Page 199 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 NOVEMBER 2019
P. 199

"Beberapa  manfaat  yang  dinaikkan  dalam  revisi  tersebut  antara  lain  adanya

               pembiayaan home care sebesar Rp. 2 juta bagi pekerja yang mengalami kecelakaan
               kerja, Santunan pemakaman naik dari Rp. 3 juta menjadi Rp. 10 juta, Beasiswa dari

               1  anak  menjadi  2  anak  dengan  perincian  untuk  tingkat  TK/SD  mendapat  Rp.  1,5

               juta/tahun, tingkat SMP Rp. 2 juta/tahun, SMA Rp. 3 juta/tahun dan Perguruan Tinggi
               sebesar Rp.12 juta/tahun," jelasnya.



               Timboel Siregar memberikan contoh kasus Pak Asep Kamil, satpam yang meninggal
               karena ditabrak oleh sebuah minibus pada saat bertugas menjaga Apotek Senopati di

               Minggu (27/10/2019) dini hari tepatnya pukul 03.30 WIB.



               BP Jamsostek memberikan santunan kepada ahli waris Pak Asep sesuai ketentuan
               yang ada di PP No. 44 Tahun 2015 yaitu Santunan Meninggal dunia yaitu 48 kali upah

               (= 48 x Rp. 4 juta) sebesar Rp. 192 juta, ditambah santunan berkala Rp. 4,8 juta,-

               biaya pemakaman Rp. 3 juta dan beasiswa sebesar 12 juta, ditambah lagi hak atas

               JHT sebesar Rp. 4.289.537,- serta JP yang akan diberikan secara berkala setiap bulan.


               "Untuk kasus kematian Pak Asep tersebut, bila saja Revisi PP No. 44 Tahun 2015

               sudah  ditandatangai  Presiden  maka  BP  Jamsostek  akan  memberi  santunan
               pemakaman  kepada  ahli  waris  Pak  Asep  sebesar  Rp.  10  juta  dan  beasiswa  SMA

               sebesar Rp. 3 juta dan untuk kuliah nantinya sebesar Rp. 60 juta (= 5 tahun kuliah x

               Rp. 12 juta). Santunan dan beasiswa ini akan lebih membantu ahli waris khususnya
               untuk mendukung anak Pak Asep yang tahun depan akan masuk kuliah," ujarnya.



               Tentunya tidak hanya ahli waris almarhum Pak Asep yang dirugikan karena PP No. 44

               Tahun  2015  belum  juga  ditandatangani,  tetapi  beberapa  ahli  waris  lainnya  yang
               tulang punggun ekonominya meninggal dunia, seperti ahli waris seorang nelayan di

               Kendari dan kepala dusun di Mataram yang hanya mendapatkan santunan kematian

               sebesat Rp. 24 juta dari BP Jamsostek.









                                                      Page 198 of 328.
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204