Page 72 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 Mei 2019
P. 72
upah di bawah UMP 57 kasus , pelarangan serikat buruh 10 kasus.
Menurut Moeldoko, para tenaga kerja dapat membuat tiga aduan yang berkaitan
dengan tindak pidana dalam lingkungan kerja, seperti hal-hal yang bertentangan
Undang-Undang Ketenagakerjaan, BPJS ketenagakerjaan, dan pemberangusan
kebebasan berserikat (union busting).
"Rekan-rekan pekerja tidak perlu sulit lagi untuk mengadukan kalau di dalam
keseharian dia bekerja ada persoalan-persoalan hukum, apakah itu berkaitan
dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan, berkaitan dengan BPJS, dan satu lagi
union busting atau larangan mendirikan serikat buruh," ujar Moeldoko.
Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan May Day tahun ini
merupakan momentum bangsa Indonesia untuk merespon adanya perubahan pasar
kerja yang dinamis dan semakin fleksibel, maupun perbaikan ekosistem
ketenagakerjaan.
Menurutnya prioritas pembangunan pemerintah tahun 2019 yakni pembangunan
SDM. "Saat ini kita membutuhkan SDM berkualitas dengan jumlah yang memadai
dan persebaran yang relatif merata di seluruh Indonesia," ujarnya.
Namun Hanif melihat persoalan real yang dihadapi saat pembangunan SDM di tahun
ini adalah adanya ketimpangan skill. Persoalan skill tersebut sesungguhnya bukan
persoalan pemerintah, tetapi juga masalah bagi serikat pekerja dan pengusaha.
Untuk mengatasi persoalan ketimpangan skill tersebut Pemerintah terus
meningkatkan masifikasi pelatihan vokasi.
"Pelatihan vokasi ini dalam rangka memberikan pelatihan soft skill dan hard skill,
kepada angkatan kerja kita agar bisa terserap di pasar kerja dan kewirausahaan,"
ujar Hanif Dhakiri.
Hanif menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam
meningkatkan kesejahteraan. Misalnya soal pengupahan, dimana kenaikan upah
buruh itu dijamin naik dan pasti setiap tahunnya.
Kemudian ada program perumahan pekerja, perluasan jaminan sosial bagi tenaga
kerja, baik formal maupun informal, kredit usaha rakyat yang diperuntukkan bagi
pekerja.
"Kesejahteraan buruh tidak bisa terus menerus dilihat dari segi upahnya saja, tetapi
dilihat dari kemudahan dari akses transportasi, pelatihan, pendidikan, akses
permodalan, dan sebagainya," katanya.
Page 71 of 169.

