Page 67 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 Mei 2019
P. 67

Tak hanya itu, dalam aksi kali ini, sejumlah buruh perempuan dari Federasi Serikat
               Pekerja Buruh Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) dan Buruh Pelopor tampil unik.
               Mereka mengenakan kebaya dan caping dalam aksinya.

               Kebaya dan kain dengan bertopi caping yang mereka pakai bukan tanpa makna, itu
               merupakan simbol buruh merupakan kelompok "wong cilik" atau masyarakat kecil
               yang kurang sejahtera.

               Buruh perempuan yang berkebaya itu menempati barisan terdepan massa. Mereka
               menjalankan aksi diam dengan membawa tampah dan bakul sebagai simbol protes
               beberapa harga pangan yang mahal.

               Kendati aturan untuk berdemonstasi hanya disekitaran patung kuda, namun
               sejumlah massa buruh mengaku tetap ingin menggelar aksi di depan Istana
               Kepresidenan.

               Keingian buruh berdemo depan istana ini pun terhalau blokade kawat berduri yang
               telah disiagakan pihak keamanan. Kekecewaan massa buruh pun disampaikan lewat
               mobil komando.

               Pantauan Liputan6.com , massa mendekati kawat berduri di kawasan Patung Kuda
               depan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, mengarah ke Istana.

               "Yang harusnya kita ke Istana tapi sudah diblokade di sini kawan-kawan. Sangat
               luar biasa," tutur orator wanita dari atas mobil komando.

               Bersama dengan massa pembawa bendera Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor
               Indonesia (Ferpasi) dan Kesatuan Pekerja Serikan Nasional (KSPN), mereka
               mengeluhkan mengapa harus sejauh itu kawat berduri dipasang. "Kami buruh
               penyumbang pajak terbesar negeri ini," jelas dia.

               Pihak kepolisian yang berada di lokasi pun berhadap-hadapan dengan para ibu yang
               di antaranya mengenakan topi caping dan pakaian adat. Mereka berharap bisa
               diterima di Istana Negara dan disambut untuk menyampaikan aspirasi saat hari
               buruh ini.

               "Hidup emak-emak," teriak si orator.
               Sayangnya, aksi para buruh ini diwarnai oleh sejumlah orang dengan aksi
               vandalisme. Tampak dari salah seorang massa buruh mencoret separator Bus
               TransJakarta tepatnya di depan Gedung Kementerian Pariwisata, Jalan Medan
               Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

               Coretan tersebut bertuliskan 'Rakyat Anti Kapitalis May Day Rezim Fasis'. Coretan itu
               berwarna hitam dari pilok.

               Saat terjadi vandalisme itu, tak ada satupun petugas kemanan. Sebab, para petugas
               berada di balik kawat berduri. Kalimat tersebut tertulis disaat kelompok Gabungan



                                                       Page 66 of 169.
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72