Page 68 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 Mei 2019
P. 68
Serikat Buruh Indonesia (GSBI) berorasi di depan gedung Kementerian Pariwisata.
Beberapa kilometer dari lokasi demo di patung kuda, Massa buruh yang tergabung
dalam sejumlah elemen organisasi buruh memusatkan perayaan hari buruh di
Tennis Indoor Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno. Yang membedakan dari aksi
buruh di patung kuda.
Perayaan hari buruh di sana dihadiri oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo
Subianto.
Kehadiran Prabowo langsung disambut sejumlah buruh yang sudah hadir lebih dulu.
Seperti biasa, Prabowo menyambut massa dari dalam mobil sambil berdiri keluar
melalui jendela atau ventilasi atas mobil Toyota Vellvire putih.
"Prabowo, Prabowo. H idup Prabowo," teriak buruh sambil mengangkat tangannya
dengan menunjukkan jari jempol dan telunjuk seperti logo Prabowo-Sandiaga,
Jakarta, Rabu (1/5/2019).
Saat turun dari mobil yang ia tumpangi, Prabowo pun langsung masuk ke dalam
ruangan terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk ke arena atau acara May Day ini
digelar yakni di Tennis Indoor Senayan.
Saat masuk melalui bangku penonton, Prabowo kembali disambut oleh massa buruh
yang menggunakan baju forum buruh masing-masing sambil mengibarkan sejumlah
bendera.
"Prabowo, Presiden, Prabowo, Presiden. Hidup Prabowo, hidup Prabowo," kembali
teriak massa buruh.
"Siapa presiden kita," tanya sang orator.
"Prabowo, Prabowo, Prabowo ," jawab massa buruh.
Hadir dalam forum itu, Prabowo memuji kaum beruh sebagai tukang punggung
bangsa Indonesia.
Kalian ini pantas disebut tulang punggung bangsa Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo menganggap, undangan yang datang kepadanya dari para buruh sebagai
sebuah kehormatan. Prabowo pun berterimakasih atas dukungan yang selalu
diberikan sejak 2014.
"Kaum buruh dari dulu setia sama Prabowo Subianto dari 2014 undang saya di GBK
di hari buruh, kalau diundang saya pasti hadir," ujar dia.
Dalam pidatonya, Prabowo menuturkan banyak para elite yang salah jalan di
Indonesia karena menjadi kaya dengan menggunakan cara curang. Seperti hasil
mencuri dari uang rakyat, mengakal-akali rakyat, menipu dan mengemplang utang
bank dari rakyat menggunakan anggaran milik rakyat.
Page 67 of 169.

