Page 29 - Favor Of God (E-Book)
P. 29
sering, akhirnya jam 2 siang kami kembali lagi ke klinik tersebut.
Setelah di cek sudah pembukaan lima. Terus merintih kesakitan
sampai bukaan sepuluh namun proses itu tidak sampai di situ. Saya
kehabisan tenaga karena tidak tidur semalaman menahan sakit. Hal
ini membuat proses melahirkan menjadi semakin sulit. Ketika saya
mengedan dan karena kurang tenaga yang keluar hanyalah kepala
bayi setengah dan langsung masuk kembali, peristiwa ini terus
berulang terjadi hingga tiga kali. Melihat saya sudah tidak mampu
akhirnya dengan cepat salah satu bidan tersebut membantu dengan
memasukkan kedua tangannya menarik bayi saya dan bidan lainya
mendorong bayi saya dari perut, hingga akhirnya bayi saya keluar.
Namun setelah bayinya keluar, dia tidak bersuara dan sudah
kelihatan biru. Melihat hal ini saya menjadi syok dan kaget begitu
pun suami saya dan kedua bidan yang menolong proses persalinan
saya. Kedua bidan itupun panik dan kemudian memukul-mukul
bayi saya dipantatnya, dikakinya dan dipunggungnya. Hal ini
membuat saya semakin kaget dan takut, apakah bayi saya hidup?
Dalam pikiran saya hanya memanggil nama Tuhan Yesus, dan
berkata Tuhan tolonglah, cukuplah penyakit yang saya alami, masa
saya harus kehilangan bayi saya lagi? Saya hanya berharap kasih
karunia Tuhan dan kemurahanNya. Setelah kurang lebih 7 menit
kedua bidan memukul-mukul bayi saya, kemudian dengan tiba-tiba
keluar suara tangisan dari bayi saya. Saya pun melihat kedua bidan
itu tersenyum sumringah karena ternyata bayi saya masih diberikan
oleh Tuhan kehidupan. Semua ini tentu hanya oleh kasih karunia
Tuhan saja, semua hanya oleh kemurahanNya saja. Oleh karena
itu saya dan suami memutuskan untuk memberi nama putri kami
“Charin” untuk mengingatkan kami akan kasih karunia yang sudah
Tuhan berikan bagi kami.
Betapa bahagianya hati saya setelah melahirkan dengan baik
dan putri saya Charin lahir dengan sehat dan normal. Tentu hal ini
mendatangkan sukacita tersendiri bagi saya. Namun perjuangan
Favor of God 21