Page 43 - 5f5289cb-b026-4cbf-9f15-923950fa2ba4.pdf
P. 43

Contoh Soal :
                         Berapakah volume etanol yang terdapat dalam 800mL larutan 30% volume?
                         Penyelesaian :
                           %V   =     V1 x 100%      1x
                                  V1 + V2
                         30%  =   V1 x 100%      1x
                                  800mL
                          V1  =  30% x 800 mL   = 240 mL
                                   100%
                     2.  Persen Massa
                         % Massa menyatakan jumlah gram zat terlarut dalam 100 gram larutan.
                                  %W =     W1 x 100%
                            1x
                                            W1 + W2
                         Keterangan :   %W  = persen massa
                                         W1  = massa zat terlarut
                                         W2  = massa pelarut

                         Contoh Soal :
                         Hitung persen massa K2SO4 dalam suatu larutan yang dibuat dengan melarutkan 30
                         gram K2SO4 dalam 120 gram air (H2O)!
                         Penyelesaian :

                         %W =     W1 x 100%      1
                                   W1 + W2
                         %W =     30 gram x 100%      1
                                   ( 30 + 120 ) gram
                             = 20%

                     3.  Molaritas (M)
                         Molaritas (M) merupakan besaran untuk menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1
                         liter larutan.
                            M =  mol  = mmol         M =  Gram  x  1000              M =  ρ  x  %Massa  x  10


                                 liter    mL                Mr x mL Larutan                         Mr


                         Keterangan :     M     = molaritas (M)
                                          ρ     = massa jenis (kg/L atau g/mL)
                                          Mr  = massa molekul relatif

                         Pada peristiwa pengenceran jumlah mol zat terlarut tetap sehingga berlaku rumus:
                                                V1   M1   =   V2   M2

                         Keterangan:
                         V1   = Volume larutan mula-mula
                         V2  = Volume setelah diencerkan
                         M1  = Molaritas larutan mula-mula
                         M2 = Molaritas setelah diencerkan

                         Pada peristiwa pencampuran larutan sejenis berlaku rumus:

                                 Vc  Mc   =   V1  M1  +  V2  M2  +  ...  +  Vn  Mn

                         Keterangan:
                         Vc   = Volume Campuran
                         Mc  = Molaritas Campuran
                                                                 33
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48