Page 28 - PRODUK BUKU MAHASISWA
P. 28

mengubah struktur kalimat tetapi juga bisa mengubah makna dari

                        bahasa yang digunakan secara keseluruhan (Eriyanto, 2001:153).

                        Model transformasi terbagi atas 2, yaitu pasivasi dan nominalisasi,
                        sebagai berikut,

                        a. Pasivasi
                               Pasivasi  merupakan  mengubah  tata  susunan  kalimat  dari

                        bentuk  aktif  menjadi  pasif  (Dewianti,  Rasna,  &  Utama,  2016).

                        Dalam  kalimat  aktif,  aktor  sebagai  pelaku  diletakkan  diawal
                        kalimat  dan  digambarkan  melakukan  suatu  tindakan  yang

                        mengenai objek yang dikenai. Ketika kalimat aktif tersebut diubah

                        ke dalam bentuk pasif, pola semacam itu mengalami perubahan.
                        Proses  bukan  ditujukan  kepada  subjek,  tetapi  kepada  objek.  Hal

                        ini menyebabkan titik perhatian berganti menjadi objek atau pihak
                        yang  dikenai  suatu  tindakan.  Dalam  kalimat  aktif,  yang

                        ditekankan adalah subjek/pelaku dari suatu kegiatan, sedangkan

                        dalam kalimat pasif yang ditekankan adalah korban/sasaran dari
                        suatu pelaku atau tindakan (Eriyanto, 2001:153-154).

                        Tambahan: Bentuk Kalimat Pasif: Penghilangan Pelaku

                               Bentuk  kalimat  pasif:  penghilangan  pelaku  maksudnya
                        yaitu,  dalam  pemberitaan  mengenai  penembakan  mahasiswa,

                        kalau     dibahasakan       dalam      bentuk      kalimat     aktif,    maka

                        subjek/penembakan  wajib  hadir  dalam  kalimat.  Hal  ini  karena,
                        berkaitan  dengan  sifat  dari  struktur  kalimat  itu  sendiri.  Kalimat

                        aktif selalu membutuhkan kehadiran subjek/pelaku, sebab tanpa

                        kehadiran subjek/pelaku, kalimat tersebut bukan hanya tidak ada
                        artinya,  tetapi  juga  tidak  berbunyi.  Sebaliknya,  dalam  kalimat

                        pasif kehadiran pelaku tidak penting dan bisa dihilangkan. Hal ini

                        karena,  dalam  kalimat  pasif,  pelaku  hanya  sebagai  tambahan
                        keterangan,  yang  menjadi  sentral  dalam  kalimat  tersebut  adalah

                        sasaran/korban (Eriyanto, 2001:158).







                        Scientific Inquiry untuk Materi Analisis Wacana Kritis                      23
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33