Page 29 - PRODUK BUKU MAHASISWA
P. 29
Keterangan.
Menurut Roger, Robert Hodge, Gunther Kress, dan Tony
Trew, dengan mengubah susunan kalimat ke dalam bentuk pasif
bukan hanya persoalan enak dibaca atau dipahami, tetapi
merupakan manipulasi sintaksis, karena mengubah kalimat
menjadi pasif, seseorang (pelaku) bukan hanya disembunyikan
tetapi juga dapat dihilangkan dalam pemberitaan. Dalam
mengubah kalimat dalam bentuk pasif, khalayak pembaca tidak
akan menyalahkan pelaku, karena disembunyikan dalam kalimat.
Contohnya:
Pasivasi yang digunakan media Jambi-Independent.co.id
dengan media Gridhot.id dalam pemberitaan peristiwa konflik
antar suku di Papua Nugini, sebagai berikut,
1) Pasivasi dalam pemberitaan media Jambi-Independent.co.id
Pasivasi yang digunakan dalam pemberitaan bentrokan
antar suku yang diberitakan oleh media Jambi-Independent dapat
dilihat pada kutipan dibawah ini, sebagai berikut,
Aktif: “Tiga panglima perang melawan kelompok
suku Tagali guna memperebutkan
cadangan emas lokal.” (Data dari sumber
berita)
Pasif: “Guna memperebutkan cadangan emas
lokal kelompok suku Tagali dilawan tiga
panglima perang.” (Data yang telah
dipasifkan)
Berdasarkan penggalan kutipan diatas, titik perhatian pada
kalimat pasif adalah sasaran yang ditandai dengan kata
“kelompok suku Tagali”. Dalam bentuk kalimat pasif, sasaran
(kelompok suku Tagali) diposisikan sebagai subjek, sedangkan
pelaku (tiga panglima perang) dijadikan sebagai keterangan.
Scientific Inquiry untuk Materi Analisis Wacana Kritis 24