Page 32 - PRODUK BUKU MAHASISWA
P. 32
karena, peristiwa pada hakikatnya tidak membutuhkan subjek.
Nominalisasi terjadi ketika kalimat atau bagian dari kalimat,
gambaran dari suatu tindakan atau partisipan dibentuk dalam
kata benda, umumnya mengubah kata kerja (verba) ke dalam kata
benda (nomina). Seperti dengan memberi imbuhan “pe-an (Ghofur,
2016) atau ke-an”. Akibatnya, yang diterima oleh pembaca adalah
kesan intensifier dari suatu tindakan, tetapi sekaligus
menghilangkan atau menurunkan peran aktor atau partisipan dari
suatu peristiwa. Titik perhatian pembaca bukan pada siapa yang
melakukan tindakan, tetapi pada peristiwa itu sendiri.
Tambahan: Nominalisasi: Penghilangan Pelaku dan Korban
Nominalisasi bukan hanya dapat menghilangkan
subjek/pelaku, tetapi bisa menghilangkan keduanya (subjek dan
objek). Titik perhatian pembaca diarahkan bukan pada siapa yang
melakukan tindakan, tetapi pada peristiwa itu sendiri.
Contohnya:
Nominalisasi yang digunakan media Jambi-Independent.co.id
dengan media Gridhot.id dalam pemberitaan peristiwa konflik
antar suku di Papua Nugini, sebagai berikut,
1) Nominalisasi dalam Pemberitaan media Jambi-
Independent.co.id
Nominalisasi yang digunakan dalam pemberitaan bentrokan
antar suku yang diberitakan oleh media Jambi-Independent dapat
dilihat pada kutipan dibawah ini, sebagai berikut,
“Pecahnya serangan ini berkaitan dengan
penyergapan dan pembunuhan enam orang sehari
sebelumnya.”
Berdasarkan penggalan kalimat di atas, kata “pembunuhan”
adalah bentuk kata benda yang ditransformasikan dari kata kerja
“membunuh” Dengan menggunakan kata “pembunuhan”, maka
Scientific Inquiry untuk Materi Analisis Wacana Kritis 27