Page 37 - PRODUK BUKU MAHASISWA
P. 37

Seorang pekerja medis lokal, Pills Kolo, mengatakan bahwa jasad korban sangat
                        sulit  diidentifikasi  karena  sudah  hancur.  Mendengar  laporan  ini,  Marape  pun
                        geram.

                        Marape juga menyalahkan, tiga panglima perang yang melawan kelompok suku
                        Tagali guna memperebutkan cadangan emas lokal tersebut.

                        "Para pelaku kriminal, waktu kalian sudah habis. Saya tak takut menggunakan
                        tindakan terkuat berdasarkan hukum kepada kalian," tegas Marape.

                        Namun,  Marape  tak  menjabarkan  lebih  lanjut  tindakan  yang  dimaksud.  Ia
                        hanya mengklaim, bahwa jumlah personel yang ada sekarang tak memadai.

                        "Bagaimana  bisa  satu  provinsi  berpopulasi  400  ribu  orang  hidup  di  bawah
                        hukum, tapi jumlah polisi hanya 60 orang. Operasi militer dan kepolisian hanya
                        bisa untuk perbaikan," katanya.

                        Sementara  itu,  menurut  media  setempat,  pecahnya  serangan  ini  berkaitan
                        dengan penyergapan dan pembunuhan enam orang sehari sebelumnya.

                        Kelompok suku di dataran tinggi tersebut memang telah berseteru cukup lama.
                        Namun  sejak  adanya  penggunaan  senjata  otomatis  oleh  pihak  yang  terlibat,
                        perkelahian itu semakin memanas bahkan mematikan.

                        Konflik  ini  juga  disebut-sebut  sebagai  bentrok  terparah  antarsuku  di  Papua
                        Nugini selama beberapa tahun terakhir, di mana hanya ada 40 personel polisi
                        dan 16 tentara yang bertugas di lokasi kejadian.

                        Komandan  kepolisian  provinsi,  Jacob  Kamiak,  menyebut  bentrok  antar  kedua
                        suku  ini  layaknya  perang  gerilya  di  mana  mereka  saling  "bersembunyi  dan
                        membunuh satu sama lain."

                        Dapat  diketahui,  konflik  antar  suku  Raipbo  dan  Suku  Pulgma  Nambka  di
                        Provinsi  Hela,  dataran  tinggi  Papua  Nugini  dalam  beberapa  hari  belakangan
                        diawali  perebutan  kekuasaan  atas  cadangan  emas  lokal  di  wilayah  yang  kaya
                        akan mineral tersebut.

                        Kedua  kelompok  suku  itu  saling  bersengketa  terkait  pembagian  wilayah  dan
                        kekayaan sumber daya di dalamnya. (der/afp/fin).




















                        Scientific Inquiry untuk Materi Analisis Wacana Kritis                      32
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42