Page 39 - PRODUK BUKU MAHASISWA
P. 39

Pejabat  lokal  mengatakan,  sedikitnya  24  orang  telah  tewas  di  Provinsi  Hela,
                        sebuah  wilayah  terjal  di  barat  negara  itu,  dalam  serangan  kekerasan  selama
                        tiga hari antara suku-suku yang berseteru.

                        Suku-suku  di  dataran  tinggi  telah  bersaing  satu  sama  lain  di  Papua  Nugini
                        selama berabad-abad, tetapi masuknya senjata otomatis telah membuat konflik
                        semakin mematikan dan meningkatkan siklus kekerasan.

                        "Sebanyak  24  orang  telah  dipastikan  tewas,  terbunuh  dalam  tiga  hari,  tetapi
                        hari ini bisa lebih dari itu. Kami masih menunggu keterangan pejabat kami di
                        lapangan,"  kata  pejabat  provinsi  Hela,  William  Bando,  kepada  AFP,  Rabu
                        (10/7/2019).

                        Bando  menyerukan  agar  setidaknya  100  personel  polisi  dikerahkan  untuk
                        memperkuat sekitar 40 petugas setempat.

                        Perdana Menteri Papua Nugini James Marape, yang berasal dari provinsi Hela,
                        mengaku  terkejut  dengan  kabar  tersebut  dan  menjanjikan  balasan  terhadap
                        para pelaku.

                        "Ini adalah salah satu hari tersedih dalam hidup saya. Banyak anak-anak dan
                        ibu  yang  tidak  bersalah  terbunuh  di  desa  Munima  dan  Karida,  di  daerah
                        pemilihan saya," kata Marape.

                        Dalam  salah  satu  insiden  di  Karida,  pelaku  penyerangan  telah  membunuh
                        enam  wanita,  delapan  anak-anak,  termasuk  dua  perempuan  hamil  dan  janin
                        mereka.

                        Penyerangan itu terjasi selama sekitar 30 menit.

                        "Pelaku kriminal bersenjata, waktu kalian sudah habis," kata Marape.

                        "Belajarlah  dari  apa  yang  saya  lakukan  terhadap  para  penjahat  yang
                        membunuh  orang  yang  tidak  bersalah.  Saya  tidak  takut  menggunakan
                        hukuman terberat untuk kalian," tambahnya, mencatat bahwa hukuman mati
                        sudah menjadi hukum di Papua Nugini.

                        Belum  jelas  apa  yang  memicu  penyerangan  di  dua  desa  itu,  namun  banyak
                        yang  menduga  hal  itu  dipicu  perseteruan  lama  yang  didorong  oleh  tindakan
                        pemerkosaan, pencurian, atau sengketa batas wilayah.

                        Di Provinsi Enga, di sebelahnya, gelombang kekerasan serupa telah mendorong
                        pembentukan  garnisun  militer  darurat  dan  pengerahan  sekitar  100  tentara
                        pemerintah di bawah komando seorang mayor lulusan akademi militer Inggris.

                        Marapa  belum  memberi  rincian  sebaran  pasukan  keamanan,  namun  tampak
                        jengkel dengan sumber daya yang ada saat ini.

                        "Bagaimana  bisa  sebuah  provinsi  berpenduduk  400.000  orang  dapat  bekerja
                        dengan hukum dan ketertiban di bawah 60 personel polisi, dan sesekali militer
                        yang tak lebih untuk pemeliharaan," kata Marape.









                        Scientific Inquiry untuk Materi Analisis Wacana Kritis                      34
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44