Page 58 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 58
ada kemungkinan bahwa beberapa sampel tidak mengembalikan kuisioner dan
juga ada kemungkinan terdapat beberapa instrumen yang telah terkumpul tidak
dapat dipakai datanya sebagai akibat adanya hal-hal seperti data kosong, kurang
jelas, atau meragukan.
Untuk mengantisipasi hal ini, maka sebaiknya peneliti tidak menyebarkan
instrumen dengan jumlah tepat seperti jumlah sampel minimal. Melainkan perlu
ditambahkan, agar jumlah sampel atau data yang terkumpul untuk dianalisis
dapat terpenuhi minimal sesuai dengan jumlah sampel minimal yang harus
diteliti. Berapa sebaiknya penambahan sampel minimal tersebut ? Untuk hal ini,
Warwick dan Lininger (1975) mengemukakan satu formula atau rumus sebagai
berikut.
n
Js =
, 0 90X , 0 95
Keterangan:
Js = Jumlah sampel akhir menurut formula Warwick dan Lininger
n = Jumlah sampel minimal yang harus diteliti
0,90 atau 90% = Estimasi jumlah sampel yang dapat diobservasi
(jumlah instrumen yang dikembalikan oleh responden)
0,95 atau 95% = Estimasi jumlah sampel yang dapat diolah datanya
Berikut disajikan contoh penentuan dan perhitungan sampel dengan
pendekatan proportional random sampling technique (teknik sampling acak
proporsional).
Misalkan kita memiliki populasi guru pada masing-masing SMA di Kota
Denpasar Provinsi Bali sebanyak 759 yang disajikan pada tabel berikut.
No Nama Sekolah Jumlah
1 SMA Negeri 1 72
2 SMA Negeri 2 70
3 SMA Negeri 3 58
4 SMA Negeri 4 56
5 SMA Negeri 5 66
6 SMA Negeri 6 57
7 SMA Negeri 7 83
8 SMA Negeri 8 20
9 SMA PGRI 1 12
10 SMA PGRI 2 12
11 SMA PGRI 6 11
12 SMA Santo Yoseph 47
13 SMA Taman Rama 18
14 SMA Dharma Praja 15
15 SMA K. Harapan 12
16 SMA Muhammadiyah 11
17 SMA Chis 12
18 SMA Nasional 12
19 SMA Dwijendra 21
20 SMA Saraswati 30
56

