Page 59 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 59
21 SMA TP 45 10
22 SMA Kerta Wisata 11
23 SMA Dyatmika 14
24 SMA Vijaya Kusuma 7
25 SMA Pembangunan 5
26 SMA Sumerta 6
27 SMA Perintis 3
28 SMA Dharma Wiweka 4
29 SMA' Al Ma’ruf 4
Jumlah 759
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Denpasar Per-Juli 2008
Berdasarkan populasi tersebut, untuk penentuan jumlah sampel
digunakan rumus yang diformulasikan oleh Morgan and Krejcie (1970:607-610).
Menurut formula Krejcie dan Morgan tersebut, jumlah sampel minimal untuk
populasi 759 adalah 260 (diambil dari N= 800 pada tabel 01 di depan). Angka
260 ini mengandung makna bahwa dalam penelitian tersebut sekurang-
kurangnya harus dijaring 260 responden yang dapat dianalisis datanya. Jika
dalam penyebaran instrumen atau kuesioner pengumpulan data ini hanya
disebarkan 260 kuesioner, maka ada kemungkinan tidak seluruhnya
dikembalikan oleh responden, di samping juga ada kemungkinan beberapa
kuesioner yang kembali namun tidak terisi secara lengkap sesuai harapan
peneliti. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka sebaiknya peneliti dalam
menyebarkan kuesioner tidak sejumlah sampel minimal yaitu 260, melainkan
perlu ditambahkan agar jumlah kuesioner atau data yang terkumpul untuk
dianalisis dapat terpenuhi minimal sesuai dengan jumlah sampel minimal yang
harus diteliti. Berapa sebaiknya penambahan kuesioner agar target data atau
sampel minimal tersebut dapat terpenuhi? Untuk hal ini, Warwick dan Lininger
(1975) mengajukan satu formula rumus sebagai berikut.
n
Js =
, 0 90X , 0 95
Keterangan :
Js = Jumlah sampel akhir untuk penyebaran kuesioner
n = Jumlah sampel minimal yang harus diteliti
0,90 atau 90% = Estimasi jumlah sampel yang dapat diobservasi (jumlah
instrumen yang dikembalikan oleh responden)
0,95 atau 95% = Estimasi jumlah sampel yang dapat diolah datanya
Dengan menggunakan formula tersebut, dapat dihitung besaran jumlah
sampel untuk penyebaran kuesioner adalah sebagai berikut.
260
Js =
, 0 90X , 0 95
260
=
, 0 855
= 304 , 09 = 304
57

