Page 56 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 56
ketepatan estimasi di dalam pengukurannya-akurat atau tidak, jumlah komparasi
atau perbandingan-perbandingan yang ingin dilakukan, jumlah variabel yang
ingin diolah secara simultan dan sifat populasi yang akan diteliti apakah
homogeny atau heterogen.
Pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya teknis umumnya menyarankan
bahwa besarnya sampel yang diperlukan adalah fungsi ketepatan membuat
estimasi yang ingin dicapai, variabilitas atau variasi yang diharapkan akan
ditemukan di dalam populasi, dan tingkat keyakinan yang ingin dipakai.
Ada beberapa sumber yang mengemukakan prosedur penentuan jumlah
sampel. Berikut dikemukakan tiga teori (teknik) penentuan sampel. Teknik
penentuan sampel yang dikemukakan ini, didasari oleh asumsi bahwa keadaan
populasi dari mana sampel itu diambil adalah homogen atau cukup homogen.
1. Menurut Winarno Surachmad (1975:91)
Ukuran Populasi Persentase Ukuran Sampel
< 100 50
100 - 1000 25
> 1000 15
2. Menurut William G. Cochran (1965: 54)
t 2 .p .q
n = d 2
1 .pt 2 .q
1 + −1
N d 2
Keterangan:
n = jumlah sampel minimal yang harus diambil
t = Taraf kepercayaan -- lihat harga - z pada tabel kurva normal.
Misalnya: taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 5%, maka harga
z-tabel = 1,96
p = Proporsi dalam populasi
q = 1 - p
d = Taraf signifikansi/kekeliruan dalam persen
N = jumlah populasi
Contoh:
Populasi = 3800 orang yang terdiri ats:
Kelas I = 1500, Kelas II = 1500, Kelas III = 800
Laki = 1.800 → p = 1800/2000 = 0,47
Perempuan = 2.000 → q = 1 - p = 0,53
t = 95% → z = 1,96
d = 5% = 0,05
3. Menurut R.V. Krejcie and D.W. Morgan (1970:607-610)
Untuk penentuan jumlah sampel menurut teori ini, telah tersedia tabel
ukuran populasi dan rasio jumlah sampel yang harus diambil (lihat tabel
berikut).
54

