Page 52 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 52

(2)  Tentukan besar sampel yang diinginkan.
                     (3)  Tentukan dasar logika untuk menentukan klaster.
                     (4)  Perkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pad setiap klaster.
                     (5)  Daftar semua subjek dalam setiap klaster dengan membagi antara jumlah
                         sampel dengan jumlah klaster yang ada.
                     (6)  Secara random, pilih jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap
                         klaster.
                     (7)  Jumlah sampel adalah jumlah klaster dikalikan jumlah anggota populasi
                         per klaster.
                  Contoh terapan pemilihan sampel dengan menggunakan teknik klaster.

                         Misalkan seorang peniliti hendak melakukan studi pada populasi yang
                  jumlahnya 4000 guru dalam 100 sekolah yang ada. Sampel yang diinginkan
                  adalah 400 orang. Cara yang digunakan adalah teknik sampel secara klaster.
                  Dengan sekolah sebagai dasar penentuan logis klaster yang ada. Dalam
                  penelitian ini melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
                      (1) Menentukan total populasi adalah berjumlah 4000 orang.
                      (2) Menentukan jumlah sampel yang diinginkan yaitu 400 orang.
                      (3) Menentukan dasar logis klaster adalah sekolah yang jumlahnya 100.
                      (4) Menentukan populasi setiap sekolah adalah 4000/100 = 40 guru setiap
                         sekolah.
                      (5) Jumlah klaster yang ada adalah 4000/40 =10.
                      (6) Oleh karena itu, 10 sekolah diantara 100 sekolah dipilih secara random.
                      (7) Jadi,  semua  guru  yang  ada  dalam  10  sekolah  sama  dengan  sampel
                         jumlah sampel yang diinginkan.

                  (4) Sampel Sistematis
                      Jika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak
                  memiliki alat pengambil data secara random, cara pengambilan sampel
                  sistematis dapat digunakan. Cara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih
                  unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan
                  sampel adalah yang “keberapa”?.
                         Tugas peneliti adalah menentukan angka awal. Cara memilih angka awal
                  dapat dilakukan dengan tabel angka random, atau dapat ditentukan atas dasar
                  besarnya  sampling  fraction  dan  interval  yang  diketahui.  Untuk  menghitung
                  sampling  fraction  dan  interval  dapat  dirumuskan  secara  sederhana  sebagai
                  berikut.
                            n
                  f =  -------
                            N
                             N
                  I =  -------
                             n

                  Dimana f = sampling fraction
                           I = interval atau rentang
                           n = sampel




                                                                                                     50
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57