Page 51 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 51
tujuan penelitian, maka peneliti dapat mengambil sampel dengan cara ini.
Langkah pengambilan sampel dengan teknik ini yaitu sebagai berikut.
(1) Identifikasi jumlah total populasi
(2) Tentukan jumlah sampel yang diinginkan.
(3) Daftar semua anggota yang termasuk sebagai populasi.
(4) Pisahkan anggota populasi sesuai dengan karakteristik lapisan yang
dimiliki.
(5) Pilih sampel dengan menggunakan prinsip acak seperti yang telah
dilakukan dalam teknik random diatas.
(6) Melakukan langkah pemilihan pada setiap lapisan yang ada.
(7) Sampai jumlah sampel dapat dicapai.
Contoh menentukan sampel dengan teknik stratifikasi.
Seorang peneliti ingin melakukan studi dari suatu populasi guru SD yang
jumlahnya 900 orang, sampel yang diinginkan adalah 10% dari populasi. Dalam
anggota populasi ada tiga lapisan guru, mereka adalah yang mempunyai
golongan dua, golongan tiga, dan golongan empat. Dia ingin memilih sampel
dengan menggunakan teknik stratifikasi. Peneliti menggunakan langkah-langkah
sebagai berikut.
(1) Menentukan Jumlah total populasi yaitu 900 orang.
(2) Mendaftar semua anggota yang termasuk sebagai populasi dengan no
000-899.
(3) Membagi populasi menjadi tiga lapis, dengan setiap lapis terdiri dari 300
orang.
(4) Menentukan jumlah sampel yang diinginkan 30% x 900 = 270 orang.
(5) Menentukan jumlah anggota setiap lapis populasi yaitu 90 orang.
(6) Membandingkan dengan tabel acak kemudian pilih nilai yang lebih kecil
dari angka 899 sampai akhirnya diperoleh 90 subjek untuk lapisan
pertama.
(7) Melakukan langkah seperti no 6 untuk lapis kedua dan ketiga sampai total
sampel diperoleh jumlah 270 orang.
Pada saat menentukan jumlah sampel dalam setiap stratum, peneliti
dapat menentukan secara (a) proposional, (b) tidak proposional. Yang dimaksud
dengan proposional adalah jumlah sampel dalam setiap stratum sebanding
dengan jumlah unsur populasi dalam stratum tersebut. Jumlah dalam setiap
stratum tidak proposional. Hal ini terjadi jika jumlah unsur atau elemen di salah
satu atau beberapa stratum sangat sedikit.
(3) Cluster Sampling atau Sampel Gugus
Teknik ini biasa juga diterjemahkan dengan cara pengambilan sampel
berdasarkan gugus. Berbeda dengan teknik pengambilan sampel acak yang
distratifikasikan, di mana setiap unsur dalam satu stratum memiliki karakteristik
yang homogen (stratum A : laki-laki semua, stratum B : perempuan semua),
maka dalam sampel gugus, setiap gugus boleh mengandung unsur yang
karakteristiknya berbeda-beda atau heterogen. Langkah-langkah dalam
pengambilan sampel menggunakan teknik cluster yaitu sebagai berikut.
(1) Identifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi.
49

