Page 46 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 46

Tabel 7.1 Jenis Kekeliruan dalam Menarik Kesimpulan tentang
                                              Hipotesis
                               Kesimpulan dan                  Keadaan Sebenarnya
                                  Keputusan            Hipotesis benar        Hipotesis salah
                                                       Tidak membuat             Kekeliruan
                               Terima hipotesis
                                                          kekeliruan              macam II
                                                     Kekeliruan macam         Tidak membuat
                                Tolak hipotesis
                                                                I                kekeliruan

                            Berdasarkan Tabel 6.1 di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut.
                             Kekeliruan  macam  I,  yaitu  menolak  hipotesis  yang  seharusnya
                            diterima (karena hipotesis benar). Kekeliruan macam I ini dalam statistik
                            dinyatakan dengan alpha () atau taraf signifikansi atau taraf kesalahan
                            atau taraf kekeliruan. Misalnya, dalam penelitian telah ditentukan taraf
                            signifikansinya 5% (0,05). Hal ini berarti bahwa besarnya kemungkinan
                            (5%)  jika  hasil  penelitian  terhadap  sampel  akan  diterapkan  pada
                            populasi.  Ada  sebanyak  5%  dari  jumlah  populasi  yang  tidak  sesuai
                            dengan  hasil  pengujian  hipotesis  ketika  peneliti  menolak  hipotesis.
                            Apabila  dalam  penelitian  didapatkan  hasil  bahwa  menolak  hipotesis
                            atas dasar taraf signifikansi 5% berarti sama dengan menolak hipotesis
                            atas  dasar  taraf  kepercayaan  95%.  Artinya,  untuk  jumlah  populasi
                            misalnya  100  orang,  akan  cocok  untuk  95  orang  dan  lagi  5  orang
                            lainnya  akan  tidak  cocok  sehingga  terjadi  kesalahan  dalam  menarik
                            kesimpulan karena menolak hipotesis yang benar.
                            Kekeliruan macam II, ialah menerima hipotesis yang seharusnya ditolak
                            (karena  hipotesis  salah).  Kekliruan  macam  II  ini  lazim  dinyatakan
                            dengan beta ().

                        g.      Teknik Pengujian Hipotesis
                                 a.  Jika hipotesis alternatif HA mempunyai rumusan “tidak sama”
                                     maka  dalam  distribusi  statistik  terdapat  dua  daerah  kritis
                                     (daerah    penolakan     Ho)    masing-masing       pada    ujung
                                     distribusi/kurva  normal.  Luas  daerah  kritis  pada  tiap  ujung
                                     adalah ½ alpa (½ ). Daerah kritis tersebut dapat digambarkan
                                     dalam kurva normal berikut.



                                                              daerah
                                                            penerimaan
                                                                    H0
                                                                                                                                       

                         daerah kritis H0                                                 daerah kritis H0


                                 b.  Untuk hipotesis alternatif HA yang mempunyai rumusan “lebih
                                     besar”, maka dalam distribusi yang digunakan terdapat sebuah



                                                                                                     44
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51