Page 45 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 45

-  Terdapat  perbedaan  yang  signifikan  prestasi  belajar  antara
                                    mahasiswa  aktivis  dan  non  aktivis,  dan  mahasiswa  aktivis
                                    lebih baik prestasi belajarnya daripada mahasiswa non aktivis.
                                  -  Terdapat hubungan atau korelasi positif yang signifikan disiplin
                                    belajar dengan prestasi belajar.

                               d) Hipotesis Deskriptif
                                  Hipotesis yang menggambarkan karakteristik suatu satuan awal
                                  yang  menjadi  fokus  perhatian  penelitian,  berdasarkan  variabel
                                  tertentu.  Hipotesis  deskriptif  ini  sifat  atau  isinya  hampir  sama
                                  dengan hipotesis kerja sebagaimana dikemukakan di atas.
                                  Contoh:
                                  Orang  yang  memiliki  pendidikan  tinggi  relatif  lebih  mudah
                                  menerima pembaharuan (hipotesis Deskriptif).

                               e) Hipotesis Korelasional
                                  Hipotesis yang menggambarkan hubungan antara dua atau lebih
                                  variabel,  tetapi  tidak  menunjukkan  variabel  mana  yang  menjadi
                                  sebab dan variabel mana yang menjadi akibat dalam hubungan
                                  tersebut.
                                  Contoh:
                                  -  Ada  korelasi  yang  signifikan  antara  inteligensi  dan  prestasi
                                    belajar belajar.
                                  -  Ada  korelasi  yang  signifikan  antara  perhatian  orang  tua
                                    terhadap anak dan perilaku disiplin anak-anak remaja.

                                 f)  Hipotesis Kausalitas
                                    Hipotesis  yang  selain  menunjukkan  hubungan  antara  dua
                                    variabel  atau  lebih,  juga  menunjukkan  variabel  mana  yang
                                    menjadi sebab dan variabel mana yang menjadi akibat dalam
                                    hubungan tersebut.
                                    Contoh:
                                    Masyarakat yang berada pada lingkungan miskin, jika mereka
                                    merasa  tersisih  dari  lingkungannya,  maka  mereka  semakin
                                    mudah terangsang untuk berbuat kriminal

                        f. Kekeliruan dalam Pengujian Hipotesis
                                Rumusan hipotesis dibuat berdasarkan landasan teori kuat. Hal ini
                                dimaksudkan bahwa hipotesis yang dirumuskan tersebut diyakini
                                kebenarannya.  Namun  demikian,  rumusan  hipotesis  tidak
                                selamanya benar. Hal inilah yang disebut dengan kekeliruan yang
                                terjadi dalam pengujian hipotesis. Ada dua macam kekeliruan yang
                                terjadi  ketika  membuat  kesimpulan  tentang  hipotesis,  seperti
                                disajikan pada Tabel 6.1.








                                                                                                     43
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50