Page 54 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 54

Topik 10. Teknik Sampling Non Probabilitas dan Penentuan Jumlah Sampel

                  1.  Capaian Pembelajaran
                        Setelah membaca dan menyimak bab ini, mahasiswa dapat menjelaskan
                      dengan contoh yang benar mengenai hal-hal sebagai berikut.
                      (1) jenis-jenis teknik sampling probabilitas
                      (2) Penentuan Jumlah Sampel
                      (3) Teknik Penentuan Individu sebagai Anggota Sampel

                  2.  Uraian Materi
                      a. Sampiling  Nonprobability/Nonrandom  Sampling  atau  Sampel  Tak
                         Acak


                         Seperti telah diuraikan sebelumnya, jenis sampel ini tidak dipilih secara
                  acak. Tidak semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama
                  untuk bisa dipilih menjadi sampel. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel
                  bisa disebabkan karena kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya
                  sudah direncanakan oleh peneliti.


                      (1) Convenience  Sampling  atau  sampel  yang  dipilih  dengan
                         pertimbangan kemudahan

                      Dalam memilih sampel, peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali
                  berdasarkan  kemudahan  saja.  Seseorang  diambil  sebagai  sampel  karena
                  kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut.
                  Oleh karena itu ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling
                  – tidak disengaja – atau juga captive sample  (man-on-the-street) Jenis sampel
                  ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian
                  diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random).
                  Beberapa  kasus  penelitian  yang  menggunakan  jenis  sampel  ini,  hasilnya
                  ternyata kurang obyektif.


                      (2) Purposive Sampling (Sampling menurut Tujuan)
                      Sesuai  dengan  namanya,  sampel  diambil  dengan  maksud  atau  tujuan
                  tertentu.  Seseorang  atau  sesuatu  diambil  sebagai  sampel  karena  peneliti
                  menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang
                  diperlukan  bagi  penelitiannya.  Teknik  sampling  ini  dilakukan  dengan  cara
                  mengambil  subjek  bukan  berdasarkan  atas  strata,  random,  wilayah  tetapi
                  didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Misalnya : Penelitian untuk mengetahui
                  minat terhadap pekerjaan kasar di kalangan para pemuda putus sekolah yang
                  menganggur.
                  (3) Judgment Sampling
                      Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang
                  paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya. Misalnya untuk memperoleh



                                                                                                     52
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59