Page 11 - E-Modul Pembelajaran Micro_Neat
P. 11
Melalui pengajaran mikro (micro teaching), keterampilan mengajar yang
potensial dapat diorganisasikan dalam satu penampilan yang utuh. Praktikan
akan lebih siap dan terampil untuk mengantisipasi perilaku mengajar yang
sebenarnya di kelas. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran
mikro (micro teaching) memberikan pengaruh positif dalam melatih
keterampilan mengajar di kelas. Menurut Brown dan ametrong (dalam Ali
Sadikin, S.Pd.I., 2020) , mencatat hasil riset tentang manfaat pengajaran mikro
(micro teaching) sebagai berikut :
a. Korelasi antara pengajaran mikro (micro teaching) dan praktik keguruan
sangat tinggi. Artinya, calon guru/dosen yang berpenampilan baik dalam
pengajaran mikro (micro teaching), akan baik pula dalam praktik mengajar
di kelas.
b. Praktikan yang lebih dulu menempuh program pengajaran mikro (micro
teaching) ternyata lebih baik/lebih terampil dibandingkan praktikan yang
tidak mengikuti pengajaran mikro (micro teaching).
c. Praktikan yang menempuh pengajaran mikro (micro teaching) menunjukkan
prestasi mengajar yang lebih tinggi.
d. Bagi praktikan yang telah memiliki kemampuan tinggi dalam pengajaran,
pengajaran mikro (micro teaching) kurang bermanfaat.
e. Setelah mengikuti pengajaran mikro (micro teaching), praktikan dapat
menciptakan interaksi dengan siswa secara lebih baik.
f. Penyajian model rekaman mengajar lebih baik daripada model lisan
sehingga lebih signifikan dengan keterampilan mengajar.
Micro-teaching pertama kali diperkenalkan di University of Stanford
Amerika Serikat pada tahun 1963. Pertama kali diajarkan sebagai pelatihan
mengajar di kelas untuk melatih calon guru dengan fokus utama teknik
pengajaran teoritis Allen (dalam Ali Sadikin, S.Pd.I., 2020). Tujuan dari
kegiatan ini adalah untuk menyederhakan kelas yang kompleks ke dalam
lingkungan pelatihan yang terkontrol dan terpantau. Materi yang banyak
dijadikan sedikit, kelas yang banyak siswa dijadikan terbatas 3-5 orang saja,
6

