Page 33 - E-MODUL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS SD
P. 33

terkait denga aspek geografisnya. Unsur ruang ini akan menjadikan pemahaman
                        kita tentang peristiwa sejarah menjadi riil. Contohnya sejarah Reformasi Indonesia

                        tahun 1998. Banyak sejarawan mencantumkan Jakarta sebagai tempat terjadinya
                        peristiwa tersebut (Masruroh, 2020).



                        6.2  Waktu
                               Waktu artinya adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau

                        keadaan berada atau berlangsung. Sedangkan makna waktu secara denotatif (makna

                        kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu
                        di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif)

                        merupakan satu kesatuan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad dan
                        seterusnya.  Sedangkan  makna  waktu  secara  konotatif  (tautan  pikiran  yang

                        menimbulkan nilai  rasa  pada seseorang ketika  berhadapan dengan sebuah kata)
                        adalah waktu sebagai suatu konsep (DIKDAS, 2021).

                               Dalam  sejarah,  unsur  waktu  merupakan  unsur  sangat  penting.  Sebab

                        mempelajari  sejarah  bukanlah  mempelajari  sesuatu  yang  berhenti  melainkan
                        mempelajari sesuatu yang terus bergerak seiring dengan perjalanan waktu. Setiap

                        peristiwa sejarah berada pada kurun waktu tertentu yang memiliki latar belakang

                        kurun  waktu  sebelumnya.  Unsur  waktu  juga  memberikan  konteks  atau  setting
                        tertentu bagi berlangsungnya peristiwa sejarah. Oleh sebab itu, dalam mempelajari

                        sejarah, harus ditentukan dengan tegas dan jelas siapa pelakunya, kapan terjadinya,
                        dan dimana peristiwa itu berlangsung.

                               Konsep  waktu  dalam  sejarah,  menurut  Kuntowijoyo  (dalam  Masruroh,
                        2020) mencakup empat hal,  yaitu perkembangan, kesinambungan, pengulangan,

                        dan  perubahan.  Dalam  hal  perkembangan,  sejarah  akan  melihat  dan  mencatat

                        peristiwa  yang  menunjukan  terjadinya  perubahan  dalam  masyarakat  dari  satu
                        bentuk ke bentuk yang lain, biasanya dari yang sederhana ke bentuk yang lebih

                        rumit. Dalam sejarah, juga terjadi kontinuitas atau kesinambungan yang melahirkan
                        kondisi baru, namun tetap diwariskan atau diteruskan karena dianggap baik oleh

                        suatu  masyarakat.  Dalam  sejarah,  pengulangan  terjadi  sebelumnya  terulang
                        kembali  pada  masa  sesudahnya  atau  masa  sekarang.  Sehingga  menghasilkan








                                                              27
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38