Page 35 - E-MODUL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS SD
P. 35
orangorang lebih cenderung menggunakan alat-alat modern,seiringnya
berkembeng pengetahuan dan teknologi.
7. Serta religi/keyakinan, contohnya meyakini tentang adanya roh halus (roh
leluhur) yang dapat dipercaya, namun sekarang manusia lebih berpikir logis
dengan akal. Perubahan
E.B. Tylor dalam (DIKDAS, 2021) mendefinisikan kebudayaan adalah
kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adat-istiadat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan oleh
manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan meliputi hal-hal yang diperoleh
atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri atas
segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif. Hal ini berarti
bahwa segala cara atau pola berfikir, perasaan dan tindakan. Seseorang yang tertarik
dengan kebudayaan pasti akan memperhatikan objek-objek kebudayaan seperti
rumah, sandang, jembatan, alat- alat komunikasi. Selain itu, orang tersebut juga
akan tertarik untuk memperhatikan perilaku sosial masyarakatnya.
Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan juga cipta masyarakat. Karya
masyarakat itu menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau
kebudayaan jasmaniah yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya.
Sedangkan rasa masyarakat itu mencakup jiwa manusia dengan mewujudkan segala
kaidah-kaidah nilai-nilai sosial yang perlu untuk mengatur masalah-masalah
kemasyarakatan dalam arti luas seperti ideologi, kebatinan, kesenian dan semua
unsur sebagai hasil ekspresi jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat.
Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan berfikir orang-orang yang hidup
bermasyarakat (DIKDAS, 2021).
Perubahan sosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur
sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya
merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.
Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu
ingin mengadakan perubahan (Baharuddin, 2015).
29

