Page 70 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 70
kompetensi dasar serta indicator yang dirumuskan berdasarkan KD tersebut.
Evaluasi dibuat berdasarkan indicator dan memperhatikan kata kerja
operasional pada indicator tersebut. Dalam pembelajaran terpadu alat evaluasi
yang disusun disesuaikan dengan muatan pembelajaran yang dipadukan pada
tema maupun subtema. Selain itu selaku calon pendidik harus mengetahui dan
memahami akan tujuan dan fungsi dari evaluasi yang dilakukan. Berikut
dijelaskan secara berturut-turut.
Tujuan evaluasi hasil belajar menurut Arifin (2017:15) adalah sebagai
berikut. (1) Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang
telah diberikan; (2) Mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat dan sikap
peserta didik terhadap program pembelajaran; (3) Mengetahui tingkat kemajuan
dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang telah ditetapkan; (4) Mendiagnosis keunggulan dan
kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; (5) Seleksi,
yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang sesuai dengan jenis
pendidikan tertentu; (6) Menentukan kenaikan kelas; dan (7) Menempatkan
peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Menurut Arifin (2017:15) fungsi atau kegunaan yang dimiliki oleh
evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. (1) Fungsi formatif, yakni untuk
memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki
proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi
peserta didik; (2) Fungsi sumatif, yaitu menentukan nilai kemajuan atau hasil
belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk
memberikan laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan
penentuan lulus tidaknya peserta didik; (3) Fungsi diagnostic, yakni untuk
memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan peserta
didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai
dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut; (4) Fungsi penempatan,
yaitu menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat sesuai
dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Secara garis besar, ragam alat evaluasi terdiri atas dua macam bentuk,
yaitu: bentuk objektif; dan bentuk subjektif. Bentuk objektif biasanya diwujudkan
dalam bentuk-bentuk alternative jawaban, pengisian titik-titik, dan pencocokan
satu pernyataan dengan pernyataan lainnya. Bentuk ini lazim juga disebut tes
objektif, yakni tes yang jawabannya dapat diberi score nilai secara lugas
seadanya menurut pedoman yang ditentukan sebelumnya (Syah, Muhibbin.
2008:146). Bentuk Subjektif adalah alat evaluasi yang berbentuk tes subjektif
adalah alat pengukur prestasi belajar yang jawabannya tidak ternilai dengan
score atau angka pasti, seperti yang digunakan untuk evaluasi objektif (Syah,
Muhibbin. 2008:149). Hal ini disebabkan banyaknya ragam gaya jawaban yang
diberikan oleh para siswa.
3. Bahan Diskusi
Berdasarkan pemahaman dari membc materi ini dan dari berbagai
sumber yang relevan, susunlah sebuakh alat evaluasi untuk
67

