Page 74 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 74

BAB XV
                                                       PENUTUP


                  RANGKUMAN
                        Pembelajaran  terpadu  merupakan  suatu  model  pembelajaran  yang  membawa

                  pada  kondisi  pembelajaran  yang  relevan  dan  bermakna  untuk  anak.  Pembelajaran
                  terpadu     sangat     memperhatikan       kebutuhan      anak    sesuai     dengan

                  perkembangannya yang holistik dengan melibatkan secara aktif dalam proses
                  pembelajaran  baik  fisik  maupun  emosionalnya.  Untuk  itu  aktivitas  yang

                  diberikan  meliputi  aktif  mencari,  menggali,  dan  menemukan  konsep  serta
                  prinsip  keilmuan  yang  holistik,  bermakna,  dan  otentik  sehingga  siswa  dapat

                  menerapkan  perolehan  belajar  untuk  memecahkan  masalah-masalah  yang

                  nyata di dalam kehidupan sehari-hari.
                          Pembelajaran  terpadu  memiliki  beberapa  macam  karakteristik,

                  diantaranya:  (1)  Berpusat  pada  anak  (studend  centerd);  (2)  Memberi

                  pengalaman  langsung  pada  anak;  (3)  Pemisahan  antara  bidang  studi  tidak
                  begitu  jelas.  (4)  Menyajikan  konsep  dari  berbagai  bidang  studi  dalam  suatu

                  proses  pembelajaran;  (5)  Bersipat  luwes;  (6)  Hasil  pembelajaran  dapat
                  berkembang  sesuai  dengan  minat  dan  kebutuhan  anak;  (6)  Holistik,  artinya

                  suatu  peristiwa  yang  menjadi  pusat  perhatian  dalam  pembelajaran  terpadu  di
                  amati  dan  di  kaji  dari  beberapa  mata  pelajaran  sekaligus,  tidak  dari  sudut

                  pandang  yang  terkotak-kotak;  (7)  Bermakna,  artinya  pengkajian  suatu

                  penomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam
                  jalinan  skemata  yang  dimiliki  siswa;  (8)  Otentik,  artinya  informasi  dan

                  pengetahuan  yang  diperoleh  sipatnya  menjadi  otentik;  dan  (9)  Aktif,  artinya
                  siswa  perlu  terlibat  langsung  dalam  proses  pembelajaran  mulai  dari

                  perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi.
                        Ditinjau  dari  cara  memadukan  konsep,  keterampilan,  topik,  dan  unit

                  tematisnya, menurut  Fogarty (1991) terdapat sepuluh cara atau model dalam

                  merencanakan  pembelajaran  terpadu.  Kesepuluh  cara  atau  model  tersebut
                  adalah: (1) fragmented, (2) connected, (3) nested, (4) sequenced, (5) shared,

                  (6)  webbed,  (7)  threaded,  (8)  integrated,  (9)  immersed,  dan  (10)  networked.





                                                           71
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79