Page 23 - C:\Users\VivoBook\Documents\KULIAH\
P. 23

16

                         kadar ADH  dalam  darah  meningkat  atau  berlebihan,  penyerapan  air  oleh  dinding
                         tubulus meningkat. Hal ini menyebabkan sejumlah kecil urin terbentuk. Sebaliknya

                         jika  kadar ADH  dalam  darah  menurun  atau  berkurang  maka  penyerapan  air  oleh
                         dinding  tubulus  menurun.  Hal  ini  menyebabkan  terbentuknya  urin  dalam  jumlah

                         besar.

                     4)   Kadar  garam  yang  berlebihan/tinggi  harus  dikeluarkan  dari  darah  untuk
                         meningkatkan tekanan darah osmotik adalah konstan.

                     5)  Diabetes melitus. Pada mereka yang menderita penyakit kencing manis (diabetes),
                         pelepasan glukosa juga diikuti dengan peningkatan volume urin.

                     6)  Suhu; Jika suhu internal dan eksternal naik di atas normal, laju pernapasan menurun.

                         Hal ini menyebabkan pembuluh kulit melebar sehingga cairan tubuh menyebar dari
                         kapiler  ke  permukaan  kulit.  Ketika  volume  air  dalam  tubuh  berkurang,  ADH

                         dikeluarkan  sehingga  reabsorpsi  air  meningkat.  Selanjutnya  peningkatan  suhu
                         merangsang pembuluh darah perut menyempit sehingga aliran darah di glomerulus

                         dan  filtrasi  menurun.  Peningkatan  reabsorpsi  dan  penurunan  aliran  darah  di

                         glomerulus mengurangi volume urin. Inilah sebabnya mengapa kita jarang buang air
                         kecil saat cuaca panas.



                                  RANGKUMAN

                         Berdasarkan uraian materi diatas dapat disimpulkan bahwa:

                     1.  Serangkaian proses pembentukan urin, yaitu filtrasi, terjadi di ginjal (penyaringan),

                         reabsorpsi (reabsorpsi) dan augmentasi (ekskresi).
                     2.  Komposisi urine adalah 96% air, natrium, pigmen empedu, 1,5% garam, potasium,

                         racun. 2,5% urea, kalsium, bikarbonat, kreatin N, magnesium. kreatin klorida, asam
                         urat N, sulfat anorganik, asam urat, fosfat anorganik, amonia N, sulfat, dan hormon.

                     3.  Faktor yang mempengaruhi proses ekskresi urin adalah jumlah air yang diminum,
                         saraf, hormon antidiuretik (ADH), kadar garam, diabetes melitus dan suhu.
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28